News

FGD Penataan Distribusi Hasil Perikanan dengan Moda Transportasi Kereta Api dalam Mendukung Program Prioritas KKP – 22 Juni 2022

Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi ratai distribusi hasil perikanan hulu – hilir untuk menjaga pasokan dari ketersediaan hasil perikanan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) “ Penataan Distribusi Hasil Perikanan dengan Moda Transportasi Kereta Api dalam Mendukung Program Prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan “. PT Kereta Api Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia ( Persero ) akan melayani distribusi produk perikanan menggunakan jalur kereta api dari stasiun Merak, Banten hingga Ketapang, Banyuwangi. Layanan angkutan multikomoditas dan terminal logistik yang disediakan Kalog dilengkapi dengan lemari pendingin ( cold storage ) dan kurir logistik yang menggunakan boks pendingin. Sejumlah terminal yang dijadikan tempak pengumpulan ( hub konsolidasi ) dan pendistribusian produk perikanan antara lain, di Cilegon, Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Surabaya, Malang, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi. Ikan dari wilayah perairan Indonesia timur ditampung di pelabuhan, diangkut dengan reefer container kereta api ke Jakarta, setelah tiba akan dikirim dengan moda transportasi untuk sampai di tangan konsumen. Kesertaan Kalog dalam distribusi dan logistik perikanan terkait upaya pemerintah mengoptimalkan jasa transportasi dan distribusi guna memperkuat logistik perikanan nasional. Sepanjang pandemic covid-19,  produk frozen food penjualan online tumbuh amat pesat, hal ini bisa dilihat dari salah satu market place tumbuh lebih dari 10x lipat 2 tahun.  Tentunya hal ini merupakan hidden market yang sangat besar bagi KALOG.  Selama ini transaksi frozen food yang terjadi terutama hanya yang menggunakan kurir instan saja pada daerah setempat produsen atau distributor tersebut saja, sehingga jangkauan pasar produsen frozen food sangat terbatas.  Kalau dilakukan penjualan antar kota dalam jumlah kecil, perlu menggunakan styrofoam yang harganya lumayan mahal dan kualitasnya juga akan merosot karena umumnya perjalanan lebih dari 1 hari. Saat ini INKA sedang membuat prototipe stirage dengan kapasitas 1 dan 5 ton yang di uji cobakan oleh PELNI untuk 5 ton dan Kapal Penangkap Ikan untuk 1 ton. Diharapkan  rencana KALOG untuk menjalankan layanan logistik untuk angkutan LCL berpendingin pada bulan Juli 2022 dapat segera terealisasi.

Tinggalkan Balasan