News

Pengukuran Indeks Kinerja Logistik Ikan pada Moda Pengangkutan Darat dan Udara – 14 Oktober 2022

Dalam rangka pengembangan pengukuran Indeks Kinerja Logistik Ikan ( IKLI ), Direktorat Logistik – Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan menginisiasi pengukuran Indeks Kinerja Logistik Ikan pada Moda Pengangkutan Darat dan Udara. Pengembangan industri perikanan membutuhan dukungan sistem integrasi hulu-hilir mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, produksi, transportasi, distribusi bahan baku dan produk akhir. Sistem ini disebut logistik. Sistem konektivitas tersebut tersusun dari tersedianya data yang akurat, bisa diakses dan bersifat waktu nyata ( real-time ) serta kecukupan infrastruktur yang sesuai dengan persyaratan dan dalam jumlah yang cukup. Latar belakang IKLI didasari oleh pembangunan sektor kelautan dan perikanan membutuhkan sistem produksi, distribusi dan pemasaran hasil-hasil produksi yang efektif dan efisien untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing nasional. Untuk mewujudkan hal itu, salah satu yang harus terpenuhi adalah Sistem Logistik Ikan Nasional ( SLIN ). Dalam membentuk SLIN perlu adanya instrumen untuk pengukuran kinerja logistik ikan, dimana instrument tersebut dapat di adaptasi dari LPI ( Logistics Performance Index ). LPI merupakan instrument pengukuran kinerja logistik yang dikeluarkan oleh world bank. Dari instrument yang terbentuk ini bias menjadi parameter dalam pengukuran IKLI. Terdapat 5 dimensi Indeks Logistik Ikan yang terbentuk yaitu :  

1. Pengelolaan Pengadaan Hasil Perikanan
Memberikan gambaran tentang ketersediaan data dan informasi untuk perencanaan produksi dan pengadaan ikan sebagai panduan untuk proses distribusi.

2. Efisiensi
Memberikan gambaran tingkat penggunaan sumberdaya (resource) dibandingkan dengan output/manfaat yang diperoleh.

3. Konektivitas
Memberikan gambaran terkait konektivitas sehingga pelaku logistik mendapatkan kemudahan untuk mendistribusikan barang dan proses logistik menjadi berkembang.

4Manfaat
Memberikan gambaran bahwa sistem logistik memberikan nilai tambah bagi proses perencanaan dan distribusi ikan, sehingga ekonomi lokal berkembang baik

5. Tata Kelola
Memberikan gambaran terhadap pengaruh kunci penggerak utama Sistem Logistik Ikan Nasional (SISLOGNAS) terhadap komponen Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).
 
Sebagai catatan IKLI yang ada saat ini masih didasarkan pada moda angkutan laut yang memang sudah berjalan dengan alat angkut berupa kapal dengan container berpendingin. IKLI dengan moda angkutan laut saat ini didasarkan dari O ( origin ) dan D ( destination ) berbasis port to port.

Tinggalkan Balasan