Seafood Innovation Day; Meningkatkan Daya Saing Produk Perikanan dengan Inovasi #InovasiTanpaHenti – 24 Agustus 2023
| Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia memiliki kekayaan alam sangat besar dan beragam termasuk produk perikanan. Tercatat dalam Euromonitor International bahwa Indonesia memiliki nilai ekspor 13.866 juta USD dengan tingkat CAGR 9.45% pada tahun 2021. Namun, sumber daya yang melimpah tersebut masih menghadapi beberapa tantangan seperti nilai tambah produk yang masih sangat kecil serta memiliki daya saing dan mutu produk yang rendah. Di sisi lain, menjadi sangat dilematis bahwa Indonesia juga menghadapi permasalahan masyarakat dimana masih cukup banyak masyarakat yang kekurangan gizi dan beberapa pengamat melihat bahwa hal ini dapat diselesaikan jika Indonesia dapat mengolah sumber daya perikanan ( dimana memiliki kandungan protein yang tinggi ) menjadi produk-produk yang dapat dikonsumsi dengan mudah, enak serta dapat diindustrialisasi dengan baik. PT Brenntag merupakan anak perusahaan dari Brenntag SE ( perusahaan asing dari Jerman ), pemimpin pasar global untuk distributor bahan kimia dan bahan baku. Salah satu unit bisnis yang menjadi andalan dalam perkembangan bisnis Brenntag adalah unit bisnis Nutrition ( Nutrisi ) dimana unit bisnis tersebut menyediakan portofolio lengkap untuk bahan industri termasuk bahan yang dibuat khusus dengan solusi pemasaran dan logistik yang memadai. Dalam mendukung bisnisnya, Brenntag Nutrition juga menyediakan bantuan dalam hal teknikal dan formulasi serta regulasi yang komprehensif sehingga pelaku industri dapat melakukan proses pengolahan Sumber Daya Perikanan Indonesia dengan baik dan memiliki daya saing yang tinggi. Mengutip pada berita “ KKP Dorong Pengolahan Limbah Perikanan untuk Jadi Produk Bernilai Tambah ” diketahui bahwa hasil samping perikanan mencapai 30-40% dari total ikan, moluska dan krustasea, yang terdiri dari bagian kepala ( 12,0% ), tulang ( 11,7% ), sirip ( 3,4% ), kulit ( 4,0% ), duri ( 2,0% ), dan isi perut/jeroan ( 4,8% ) sedangkan diketahui bahwa hasil samping perikanan tersebut masih memiliki komposisi protein yang cukup tinggi sehingga sangat berpotensi dilakukan pengolahan lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah pada produk. Sebagai perusahaan global, PT Brenntag memberikan dukungan penuh terhadap proteksi lingkungan termasuk dalam pengelolaan hasil samping perikanan dengan baik dan penerapan 4R ( Reduce, reuse, recycle, rethink ). Hal ini sejalan dengan program pemerintah terkait dengan penerapan Blue Economy yang menitik beratkan pada keseimbangan perspektif ekonomi dan lingkungan. AP5I ( Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia ) bersama dengan PT. Brenntag yang merupakan anak perusahaan dari Brenntag SE, dimana salah satu unit bisnisnya yang menjadi andalan adalah unit bisnis nutrisi, mengadakan Kegiatan “ Seafood Innovation Day; Meningkatkan Daya Saing Produk Perikanan dengan Inovasi #InovasiTanpaHenti “. Dalam acara Seafood Innovation Day, PT Brenntag akan memberikan solusi dalam pengolahan hasil samping industri perikanan menjadi produk yang bernilai guna dengan memberikan gambaran formulasi produk dan prototipe produk, aspek teknikal dalam pengolahan serta aspek konsep pemasaran. Tujuan Kegiatan Seafood Innovation Day ini bertujuan untuk : Memperkenalkan PT Brenntag dan produk-produk terkaitnya kepada industri perikanan dalam bentuk prototipe produk yang inovatif Sesi untuk saling sharing antara supplier bahan baku, pelaku industri, asosiasi dan pemerintah terkait pengembangan value-added seafood product dan tantangan dalam implementasi di industri serta sharing terkait kesuksesan yang telah terjadi di industri perikanan di Asia PasifikMemberikan dukungan atas program strategis pemerintah yang sejalan dengan program bisnis PT Brenntag di Indonesia dalam peningkatan daya saing produk perikanan |
Dalam kegiatan ini juga di kenalkan prototipe yang dibuat oleh Brenntag yang langsung di uji coba oleh peserta untuk memberikan masukan terkait prototipe tersebut. Adapun prototipe yang dikenalkan adalah water jelly, smoothies, instant fish noodle, noodle, noodle seasoning, fish sausages, Collagen fish soup Ready-to-eat meal. Bahan baku prototipe tersebut adalah hasil samping dari tilapia, ikan tuna, udang vanamei, dan ikan kakap. Dalam kegiatan ini Brenntag juga memberikan doorprize kepada peserta yang turut aktif memberikan masukan dari prototipe yang dibuat.
