Rapat Pengurus AP5I – 25 Januari 2021

AP5I mengadakan rapat pengurus AP5I untuk membahas isu-isu yang saat ini sedang terjadi di industri perikanan terutama pada masa pandemi covid-19 yang saat ini masih terus berjalan. Saat ini kepengurusan AP5I untuk tahun 2020 – 2025 sudah terbentuk yang berasal dari beberapa anggota AP5I. Untuk rapat pengurus kali ini, permasalahan sulitnya ketersediaan kontainer menjadi salah satu pembahasan dimana kondisi terkini transportasi hasil perikanan menggunakan reefer container untuk tujuan domestik dan ekspor mengalami keterhambatan. Adanya ketidakpastian supply-demand hasil perikanan yang mengakibatkan terhambatnya pasokan dan menurunnya ketersediaan hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri, konsumsi dan ekspor. Perbedaan antara waktu penutupan di pelabuhan juga menjadi kendala saat ini. Untuk menindaklanjuti permasalahan ini AP5I sudah mengirimkan surat kepada Kementerian terkait. Hal lainnya yang dibahas adalah aturan baru untuk ekspor ke China dimasa pandemi covid-19 saat ini, dimana China sudah mewajibkan apabila semua produk import yang masuk ke China harus ada sertifikat bahwa produk tersebut bebas dari covid-19 termasuk produk perikanan. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia terutama UPI di Indonesia yang ekspor ke China, karena China merupakan salah satu negara tujuan ekspor produk perikanan terbesar untuk Indonesia. AP5I juga diminta oleh KKP untuk masuk ke dalam Tim Kerja Pemenuhan Persyaratan Ekspor Produk Perikanan Indonesia ke USA ( Marine Mammal Ptotection Act ) Tahun 2021 dimana Adi Widjaja – Direktur Supply AP5I yang mewakili AP5I dalam tim kerja ini.

Tinggalkan Balasan