News

Optimalisasi Potensi Akuakultur, Meraup Pasar Global

28 Februari 2017, Pada seminar outlook perikanan 2016 yang lalu, mencuat isu yang cukup mengejutkan yaitu nama Indonesia akan menghilang dari daftar eksportir utama perikanan global. Berdasarkan FAO ( Food Agriculture Organization ) meramalkan Indonesia akan terpental dari daftar Negara eksportir perikanan top dunia pada 2024. Sebenarnya laporan tersebut tidak secara langsung menyebutkan nama Indonesia, yang ada adalah proyeksi penguasa pasar eksportir perikanan pada tahun 2024. Dalam satu windu kedepan, China akan menguasai pasar 21% dari nilai ekspor global, di ikuti Vietnam 8%, Norwegia 8%, Amerika Serikat 6%, Thailand 6%, dan Uni Eropa 6%, sedangkan nama Indonesia masuk ke kategori others. Padahal dalam beberapa tahun kebelakang, Indonesia masih disebut sebagai 10 eksportir terbesar di dunia. Pada tahun 2015 nilai eksport perikanan Indonesia mencapai 3,8 milyar USD. Data Perikanan Budidaya KKP menyebutkan bahwa produksi perikanan budidaya 2016 mencapau 13,2 juta ton atau naik sekitar 5,96% dari produksi tahun 2015 sebesar 11,5 juta ton. Isu ini tentunya bisa dilihat sebagai peringatan dini bagi sektor perikanan Indonesia untuk segera bangkit dan bergerak mengambil langkah. Terlebih jumlah produksi perikanan budidaya semakin meningkat, sehingga perikanan budidaya bisa menjadi harapan potensi produksi perikanan yang terus tumbuh. Untuk membahas hal tersebut lebih mendalam, Majalah Trobos Aqua mengadakan forum tahunan Outlook Perikanan Budidaya 2017 dengan tema “ Optimalisasi Potensi Akuakultur, Meraup Pasar Global “. Narasumber yang terlibat dalam forum ini adalah KKP Budidaya, KKP Peningkatan Daya Saing, Masyarakat Akuakulture Indonesia,GPMT, Srimp Club Indonesia ( SCI ), Perindo, PT. CPP dan AP5I. Dalam forum ini Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo membawakan materi “ Peluang dan Tantangan Industri Pengolahan Perikanan Indonesia “.

Kegiatan lainnya :

  • Pertemuan Anggota AP5I – Surabaya

Sebagai tindak lanjut dari rencana kerja AP5I untuk tahun 2017, AP5I mengadakan pertemuan dengan anggota AP5I untuk wilayah Surabaya untuk membahas seputar permasalahan di industri perikanan saat ini sekaligus mendapatkan masukan langkah-langkah strategis apa yang harus di ambil AP5I untuk memperkuat industri perikanan saat ini.

  • Tindak Lanjut Kerjasama FGD AP5I dengan Ussec

Pertemuan AP5I dengan Pamudi dari USSEC menjajagi ide AP5I untuk menyelanggarakan FGD ( Focus Group Discussion ) tentang upaya meningkatkan daya saing pasar ekspor ikan hasil budidaya air tawar. AP5I akan mengadakan pertemuan antara petambak besar patin dan lele, pabrik pakan dengan UPI anggota AP5I untuk mendiskusikan upaya nyata agar produk patin dan lele agar bisa dikembangkan pasar ekspornya.

Tinggalkan Balasan