Fejevarya cancrivora
28 Juli 2017, Dalam rangka penerapan system jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan maka Pusat Pengendalian Mutu mengadakan kegiatan Evaluasi Penerbitan HC dan Surveilan terkait dengan persyaratan ekspor paha kodok ke Negara mitra. Ketentuan ekspor paha kodok di Indonesia :
- UPI memiliki sertifikat penerapan HACCP paha kodok
- Pengolahan pha kodok sesuai dengan SNI Paha Kodok 2706:2016
- Ekspor paha kodok dilengkapi HC sesuai ketentuan Negara tujuan ekspor
- Data dari Scientific Authority, yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bahwa spesies kodok Indonesia untuk konsumsi adalah Fejevarya cancrivora
- Kesepakatan bersama antara Unit Pengolahan Ikan (UPI) eksportir paha kodok anggota AP5I dengan buyer tentang penggunaan nama latin paha kodok yang diekspor dari Indonesia adalah species Fejevarya cancrivora
Ketentuan ekspor paha kodok untuk UE :
- Berasal dari UPI yang menerapkan HACCP (Regulasi (EC) No 852/2004 – Article 5)
- Sesuai dengan persyaratan paha kodok pada Section XI of Annex III – (EC) No 853/2004
Sejak tanggal 1 Juli 2017 ekspor paha kodok dari Indonesia akan menggunakan nama spesies Fejevarya cancrivora dan tidak lagi menggunakan nama spesies Rana macrodon. Hasil uji DNA di Indonesia dan Eropa yang menyatakan bahwa spesies kodok dari Indonesia adalah Fejevarya cancrivora. Hasil penelitian mayoritas spesies kodok diekspor dari Indonesia adalah Fejevarya cancrivora, sebagaimana tercantum pada canapes to extinction the international trade in frog, legs and its ecological impact, 2011 (http://www.defenders.org/sites/default/files/publications/canapes_to_extinction.pdf). Untuk itu UPI yang ekspor harus punya no registrasi UE dan untuk paha kodok mempunyai kode FL terpisah dengan produk perikanan lainnya (EC No 853/2004 dan EC No 854/2004). Khusus untuk HC TRACES, n ama latin paha kodok tetap mencantumkan sub ordo Neo Batracia, namun jika buyer meminta keterangan species, maka keterangan tambahan disebutkan “species Fejevarya cancrivora”.