Identifikasi Potensi Ekonomi Daerah Terpencil Didukung Elektrifikasi dan Energi Terbarukan secara Mandiri – Studi Kasus; Pulau Morotai
15 Agustus 2016, Untuk mendukung penelitian mengenai “ Identifikasi Potensi Ekonomi Daerah Terpencil Didukung Elektrifikasi dan Energi Terbarukan secara Mandiri – Studi Kasus; Pulau Morotai “, Bank Indonesia mengadakan Focus Group Discussion yang dihadiri oleh GAPPINDO, AP5I dan Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta untuk pelabuhan Muara Angke. Untuk mempercepat pengembangan ekonomi yang bersifat strategis dan menjaga keseimbangan kemajuan suatu daerah dalam kesatuan ekonomi nasional perlu dikembangkan potensi perekonomian di wilayah terpencil khususnya kabupaten terluar di Indonesia. Aktivitas-aktivitas ekonomi sesuai potensi yang ada di wilayah tersebut dan produk yang dihasilkan harus mampu dipasarkan ke pasar global. Hal ini memerlukan dukungan sistem logistik yang efektif dan efisien yang memiliki daya saing sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. Salah satu wilayah terpencil yang menjadi fokus penelitian adalah Kabupaten Pulau Morotai yang dirancang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) dan diharapkan memiliki sistem logistik yang dapat menghasilkan produk-produk yang bersaing di pasar global. Sistem logistic yang baik diharapkan mampu memangkas biaya dan waktu pengiriman barang sehingga menarik bagi konsumen. Hasil penelitian ini dapat mendukung upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait peningkatan potensi ekonomi berupa perikanan tangkap di pulau terpencil di Indonesia dan ekspor hasil laut di pasar global.