Penanganan Kendala Ekspor yang dihadapi Komoditas Paha Katak Indonesia di Pasar Uni Eropa
16 Februari 2017, Dalam rangka mengkoordinasikan penanganan kendala ekspor yang dihadapi komoditas paha katak Indonesia di pasar Uni Eropa dipandang perlu untuk mendapat informasi dan masukan dari industri pembudidaya dan pengolahan katak dalam negeri guna penyusunan strategi tindak lanjut atas permasalahan tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut Kementrian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mengadakan pertemuan dengan AP5I beserta anggota industri pengolahan paha katak untuk mendapatkan informasi update terkait komoditi paha katak. Pertemuan ini dipimpin oleh Djatmiko selaku Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor. Sebagai gambaran Indonesia merupakan eksportir terbesar paha katak di Eropa dimana periode 2011-2015 ekspor paha katak Indonesia UE mengalami pertumbuhan 2,6% pertahun. Meskipun harga paha katak Indonesia lebih mahal karena terkena bea masuk yang tinggi (dikarenakan sejak tahun 2013 GSP paha katak dicabut) dibandingkan paha katak Vietnam yang mendapatkan GSP sehingga tarifnya 0%, tetapi produk paha katak Indonesia lebih disukai karena mempunyai kualitas yang baik. UE memiliki standard yang tinggi terhadap keamanan pangan terkait residu chloramphenicol, sanitary requirements terkait parasit. Hambatan yang dihadapi justru berasal dari dalam negri seperti ekspor paha katak saat ini dibatasi oleh kuota. Untuk selanjutnya Kemendag bersama AP5I akan membuat matriks terkait paha katak untuk dapat dijadikan acuan koordinasi antar kementerian yang terkait.