News

Rapat Peluang Pengembangan Pasar PANGASIUS Domestik dan Ekspor – 25 Oktober 2017

Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo memberikan presentasi yang berjudul Peluang  Pengembangan Pasar PANGASIUS Domestik dan Ekspor pada pertemuan di BKIPM yang dihadiri oleh beberapa UPI pemroses pangasius/patin, jaringan supermarket, YLKI, BPOM dan UPT Karantina. Pada bulan september yang lalu AP5I menginformasikan kepada BKIPM bahwa produk Pangasius Vietnam sedang terkena Isue food safety di pasar internasional terutama di EU dan USA.  Pangasius Vietnam diduga kuat di soaking dengan chemical secara berlebihan.

Indonesia sudah beberapa tahun ini menghentikan import pangasius/dori dari vietnam namun BKIPM beberapa minggu yang lalu melakukan sidak ke beberapa Ritel dan menemukan ikan dori dari vietnam dan setelah dicheck kadar polyphosphate ternyata sangat berlebihan.  Adanya temuan tersebut membuktikan bahwa import dori vietnam masih berjalan secara Ilegal.

Dalam pertemuan AP5I menyampaikan beberapa hal antara lain:

  1. Saat ini pasar lokal fillet pangasius sangat terbuka lebar untuk menggantikan fillet dori dari Vietnam.
  2. Pasar ekspor juga terbuka , terutama untuk pembeli yang concern terhadap isue food safety (terutama di USA, EU dan Jepang).
  3. Semua pelaku di Indonesia harus secara bersama-sama aktif mem”branding” pangasius Indonesia.
  4. Meminta kepada UPI Pengolah dan retailer untuk tidak lagi menggunakan nama dori karena saat ini nama dori sudah mulai “rusak” karena informasi bahwa dori vietnam tidak sehat sudah menyebar kemana-mana.
  5. Untuk menggantu nama Dori, saya meminta beberapa UPI pelaku utama fillet ikan patin untuk berunding tentang bergantian nama tersebut.  Alternatif namanya adalah Fillet patin atau fillet pangasius.
  6. Meskipun pasar lokal fillet patin saat ini sangat bagus, saya meminta kepada UPI agar mulai  mengembangkan pasar ekspor, karena secara jangka panjang tidak cukup hanya bergantung kepada pasar lokal saja, saat ini saat yang sangat tepat untuk mulai mengembangkan pasar eskpor.
  7. Menginformasikan kepada YLKI bahwa soaking dengan polyphosphate itu wajar dan diperbolehkan asalkan tidak berlebihan.  Jangan sampai ada kesan bahwa soaking dengan polyphosphate itu berbahaya.
  8. Fillet Patin diperlukan adanya soaking untuk menjaga tekstur dan agar baunya tidak anyir, namun jangan sampai soakingnya berlebihan seperti Vietnam.
  9. Kadar polyphosphate yang diperbolehkan BPOM  2000 ppm terlalu kecil, saya meminta batasnya bisa  ditingkatkan misalnya sampai dengan 4000 ppm (produk vietnam diatas 8000ppm).
  10. Untuk masa mendatang sebagai proteksi ikan pangasius import tidak gampang masuk Indonesia perlu dibuat SNI Ikan Fillet PATIN/PANGASIUS.

Tinggalkan Balasan