Indonesia Fisheries and Aquaculture Forum – 14 November 2017
Pengelolaan perikanan berkelanjutan dalam rangka pemenuhan produk perikanan yang bertanggung jawab telah menjadi tuntutan global, tidak terkecuali bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara produsen hasil perikanan terbesar dunia. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) bekerja sama dengan Sustainable Fisheries Partnership (SFP) menyelenggarakan Indonesia Fisheries and Aquaculture Forum. Mengawali acara ini, Jim Cannon, CEO Sustainable Fisheries Partnership menyampaikan tujuan forum untuk meningkatkan partisipasi supply chains dan menghadirkan dialog antara pemasok, produsen, dan regulator. Hal ini sangat penting untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di negara produsen, khususnya keterlibatan pemerintah dalam menyusun rencana dan peraturan dalam rangka memastikan perikanan Indonesia berkelanjutan. Selanjutnya, Nilanto Perbowo, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan membuka resmi forum ini. Tema forum “Building Tomorrow’s Solutions for Sustainable Fisheries and Aquaculture” sangatlah tepat dibicarakan seiring dengan akan diberlakukannya Seafood Import Monitoring Program (SIMP) oleh Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2018 mendatang, termasuk berbagai aturan dan standar produk ekspor yang telah lebih dulu diberlakukan di Uni Eropa maupun negara lainnya. Mengingat, Amerika Serikat salah satu negara tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia untuk produk udang, tuna, dan rajungan. Volume ekspor Indonesia ke Amerika pada 2016 mencapai 180 ribu ton atau senilai USD1,6 miliar, meningkat 11,8% (volume) atau 10,67% (nilai) dari tahun sebelumnya. Pihak industri nasional maupun global saat ini turut mengakui bahwa pihaknya mendukung program pemerintah untuk menciptakan perikanan yang berkelanjutan, salah satunya dengan menjual produk perikanan yang berkualitas dan dengan label safe, sustainable, and naturally diverse. Dengan kata lain ikan yang mereka jual bukan ikan dari hasil penangkapan ilegal dan aman untuk dikonsumsi. Salah satu industri nasional yang bergerak dalam bidang food retail hanya memasok dan menyediakan produk perikanan yang ditangkap secara legal dan mengutamakan peningkatan produk dari komunitas lokal. Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo dalam forum ini memberikan presentasi sustainable aquaculture demand for processing industry. Upaya mendorong pelaku usaha perikanan budidaya untuk menerapkan sertifikasi perikanan memerlukan intervensi pemerintah. Pasar dunia kian menuntut produk perikanan yang bersertifikat untuk menjamin cara budidaya yang baik dan keamanan pangan. Saat ini, upaya sertifikasi perikanan terganjal biaya yang dinilai masih tinggi. Negara tujuan utama ekspor hasil perikanan Indonesia adalah Amerika Serikat, yakni sekitar 40 persen, dan Jepang sekitar 15 persen. Adapun pasar China terus tumbuh, yang tahun ini diperkirakan menembus 12 persen dari total ekspor perikanan Indonesia. Komoditas utama yang diekspor adalah udang dan tuna. Pasar internasional kini semakin menuntut produk perikanan yang memenuhi keamanan pangan, ketertelusuran (traceability) dan keberlanjutan (sustainability). Salah satu syarat keamanan pangan adalah sertifikasi yang meliputi cara budidaya ikan yang baik, pembenihan, dan pengolahan ikan. Salah satu rekomendasi yang diminta Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) terhadap industri pengolahan adalah membeli bahan baku dari tambak ikan atau tambak udang yang telah bersertifikat. Di sisi hulu, pemerintah telah melakukan terobosan dengan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik berstandar nasional bagi pelaku usaha perikanan budidaya yang bebas biaya. Namun, pemenuhan sertifikasi itu masih terbatas, disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Umi Windriani, mengemukakan, sertifikasi perikanan budidaya yang diterapkan Indonesia sudah memenuhi standar Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Sertifikasi cara budidaya ikan yang baik dan cara pembenihan ikan yang baik telah dilaksanakan lewat sertifikasi Indogap. Sertifikasi diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha perikanan budidaya.