Rapat Pembahasan Pelabelan Produk Fillet Patin Beku – 27 Januari 2021

Dalam rangka peningkatan daya saing produk fillet patin Indonesia, Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu KKP mengadakan rapat Pembahasan Pelabelan Produk Filet Patin Beku. Rapat ini merupakan kelanjutan dari program KKP untuk memberikan perlindungan ke konsumen terkait produk ikan beku termasuk filet ikan beku yang diperdagangkan dalam bentuk eceran yang dikemas. Tanggal 28 April 2020, Dirjen PDSPKP mengeluarkan surat edaran perihal Pencantuman Berat Bersih atau Isi Bersih ( Net Weight ) pada produk kemasan ikan beku, termasuk produk filet patin. Surat ditujukan kepada AP5I, APCI, APRINDO dan YLKI. Surat berisi himbauan kepada pelaku usaha untuk mencantumkan berat bersih atau isi bersih ( net weight ) yang sesuai pada label kemasan produk paling lambat 6 bulan semenjak tanggal terbit surat. Mulai November 2020, produk filet patin yang dipasarkan harus memenuhi aturan tersebut. Saat ini di pasar masih ditemukan produk filet patin yang mencantumkan berat ( weight ) dan yang tidak mencantumkan informasi berat sama sekali. Filet patin sudah masuk kepangan segar sehingga tidak perlu MD namun wajib punya SKP dan no SKPnya harus tertera di kemasannya ( Permen KP NO 17 TAHUN 2019 ). Untuk penghitungan berat bersih dihitung setelah produk tersebut terlepas dari es kemudian dalam kondisi dingin itu dihitung berat bersihnya. Penentuan berat bersih dengan menggunaka metode berat bersih sesuai codex agar memiliki penghitungan yang sama untuk penentuan berat bersih produk fillet ikan patin. Persiapan untuk menuju SNI Wajib untuk produk filet patin, perlu dilakukan kesepakatan semua UPI yang memproduksi filet patin, dengan tujuan agar semuanya siap menerapkan SNI Wajib ini.  Jangan sampai pada saat regulasi ditetapkan UPI terkait belum mengajukan ataupun mengurus SNI Wajib di LSPro. Untuk SNI filet patin beku 8608 ; 2018 dan di revisi di tahun 2020 ( proses penetapan di BSN ). Dalam SNI filet patin tersebut meliputi standar bahan baku hidup atau utuh segar, persyaratan bahan tambahan pangan, garam, air, es, syarat mutu dan keamanan ( sensori, mikrobiologi, logam berat, suhu pusat, kadar air Max 85%, total fosfor, cemaran fisik filth dan potongan tulang ), dan persyaratan residu. Tentunya diharapkan dengan menerapkan SNI ke produk filet patin beku, bisa meningkatkan akses pasar ke timur tengah dan pasar lainnya sehingga bisa memenuhi persayaratan dari negara buyer.

Tinggalkan Balasan