Rapat Koordinasi Pokja Implementasi Tim Kerja MMPA – 15 s.d 16 Februari 2021

Dalam rangka pemenuhan regulasi importasi produk perikanan ke USA khususnya Marine Mammal Protection Act ( MMPA ) – List of Foreign Fisheries, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) mengadakan Rapat Koordinasi Pokja Implementasi Tim Kerja MMPA untuk mempersiapkan Pengajuan Comparability Finding MMPA. Amerika Serikat mengeluarkan Regulasi Impor yang mempersyaratkan negara eksportir mendapatkan sertifikat (  comparability finding ) agar dapat meneruskan ekspor produk perikanan ke AS ( Marine Mammals Protection Act-List of Foreign Fisheries ). Regulasi ini mensyaratkan negara eksportir mempunyai program regulasi yang setara dengan USA dalam pengurangan kematian atau luka serius mamalia laut dalam proses penangkapan produk perikanan yang diekspor ke USA.Aturan juga berlaku untuk produk yang berasal dari impor atau transshipped( intermediary product ).Apabila tidak mendapatkan comparability finding, maka tidak dapat melanjutkan ekspor produk perikanan ke USA. Dari hasil rakor iniAsosiasi dan pelaku usaha diminta mencermati kembali komoditas ekspor dalam List of Foreign Fisheries (LoFF) Indonesia. Usulan tersebut untuk melengkapi fisheries yang belum masuk atau fisheries dengan alat tangkap yang berbeda dan juga komoditas lainnya yang berpotensi untuk diekspor ke AS. Sebagai referensi, akan disampaikan data impor AS 2016-2020. Pada agenda selanjutnya, Pimpinan dari Yayasan Konservasi RASIDanielle Kreb, memaparkan beberapa starategi pemenuhan ketentuan USA MMPA( rencana riset, kebutuhan data-termasuk untuk menghitung bycatch limit, bycatch mitigation ). Beberapa species mamalia laut masih belum masuk dalam LoFF ( ada sekitar 35 species ), seperti spotted dolphin. Usulan technical assistance juga perlu dimasukkan dalam aplikasi CF. Untuk riset proposal awal, memerlukan data bycatch ( misalnya melalui observer program sebagai data awal untuk kemudian diextrapolasi ). Namun perlu dipertimbangkan kembali personil observer yang memahami mamalia laut. Masukan untuk mitigasi atau program lainnya misalnya mensosialisasikan larangan penangkapan mamalia laut ( paus, lumba lumba dll ),mensosialisasikan cara penanganan melepaskan mamalia yang tidak sengaja tertangkap, lebih baik dengan manual manual berikut gambar yang di tempel di setiap kapal, danprogram-program tersebut juga dapat dikolaborasikan dengan FIP yang sudah dilaksanakan oleh pelaku tuna longline.

Tinggalkan Balasan