Rapat Pembahasan Peningkatan Ekspor Udang – 17 Februari 2021

Sehubungan dengan upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) dalam meningkatkan ekspor komoditas udang Indonesia pada tahun 2021-2024, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP mengadakan Rapat Pembahasan Peningkatan Ekspor Udang. Salah satu program KKP saat ini adalah mencanangkan target peningkatan nilai ekspor udang nasional hingga 250% hingga tahun 2024. Dengan potensi lahan yang masih sangat luas atau baru sekitar 20-30% yang termanfaatkan, target ini menjadi sangat mungkin untuk ditempuh. KKP akan menjalankan strategi untuk membangun kawasan-kawasan tambak udang sesuai dengan karakteristik spesies udang, seperti misalnya udang windu yang cocok untuk dikembangkan di kawasan tradisional organik dan semi intensif atau udang vaname yang cocok dengan karakteristik kawasan tradisional plus hingga intensif. KKP akan melakukan diversifikasi produk udang demi mendongkrak peningkatan produktivitas udang. Untuk itu, potensi pengembangan spesies udang seperti udang lokal antara lain Udang Jerbung ( penaeus merguensis ) dan Udang Putih ( penaeus indicus ) harus dapat digali lebih dalam. Khusus udang merguensis dan indicus akan terus dikembangkan teknologinya apabila memungkinkan dimaksimalkan hingga semi intensif, apalagi Indonesia juga memiliki lahan yang masih luas untuk dapat dikembangkan. KKP telah melakukan perhitungan terhadap kondisi pertumbuhan udang Indonesia dan diyakini nilai ekspor udang diyakini akan terus membaik. Sebesar 250% pada 2024 nilai ekspor udang bisa dicapai. Hal itu pun karena dorongan program pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor udang. Pada tahun 2019, nilai ekspor udang sebesar US$ 1,7 miliar dengan harga rata-rata udang sebesar US$ 8,2 per kg. Dengan target peningkatan nilai ekspor sebesar 250%, maka di 2024 ekspor udang ditargetkan mencapai US$ 4,25 miliar atau dibutuhkan target pertumbuhan konstan tahunan sebesar 19,8%.Untuk mencapai angka yang sangat tinggi ini yang perlu dilakukan yakni peningkatan value ekspor udang dan peningkatan produksinya. Berdasarkan data KKP, hingga November 2020 ekspor udang sudah mencapai US$ 1,86 miliar. Sehingga diperkirakan nilai ekspor udang di 2020 bisa meningkat 20%. Peningkatan ini sesuai dengan target pertumbuhan konstan tersebut.Bahkan untuk produk olahan udang itu naiknya spektakuler, sampai 40%. Dari kenaikan ini, peningkatan ekspor 2,5 kali lipat itu bisa dicapai. Salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah Amerika. Hingga November 2020 ekspor Indonesia ke Amerika untuk cooked stream meningkat 37,3% sementara untuk breaded stream meningkat sekitar 108%. Sebagian besar udang yang diekspor adalah udang budidaya. Bisa disimpulkan pada tahun 2019 ekspor udang budidaya sekitar 175.000 ton, maka pada 2024 ekspor udang budidaya sekitar 345.000 ton. Proyeksi akan ada peningkatan pada pertumbuhan tambak udang dan produktivitas, dimana pada 2024 diproyeksi tambah insentif akan meningkat menjadi 7.000 ha dan produktivitas menjadi 40 ton per ha per tahun sehingga produksi mencapai 280.000 ton.

Tinggalkan Balasan