FGD Pemantauan Ketersediaan, Kebutuhan dan Harga Ikan pada Hari Besar Keagamaan dan Nasional ( HBKN ) – 6 Desember 2021

Dalam rangka mejaring informasi terkait perkembangan dan dinamika ketersediaan, kebutuhan dan harga ikan menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, Direktorat Logistik – Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) Pemantauan Ketersediaan, Kebutuhan dan Harga Ikan pada Hari Besar Keagamaan dan Nasional ( HBKN ). FGD dibuka oleh Direktur Logistik – Innes Rahmania yang mengatakan tujuan dari  FGD ini adalah untuk menjaring informasi terkait kebutuhan, ketersediaan dan harga ikan saat ini serta prediksi pada saat Natal dan Tahun Baru dari masing-masing wilayah kota besar.  Berdasarkan prognosa tahun 2021 dan 2022, perkiraan kebutuhan ikan selama Natal dan Tahun Baru ( Desember 2021 – Januari 2022 ) sebesar 2.230.000 ton. Prognosa ketersediaan ikan selama bulan Desember 2021 – Januari 2022 sebesar 2.497.000 ton. Prognosa pasokan ikan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Produksi budidaya diperkirakan cukup stabil pada Desember 2021 – Januari 2022 dengan ketersediaan ikan diperkirakan sebesar 1,3 juta ton. Komoditas ikan budidaya dominan meliputi Nila, Lele, Udang, Bandeng, Mas. Memperhatikan pola musim penangkapan ikan, volume produksi perikanan tangkap diperkirakan cukup stabil pada Desember 2021 – Januari 2022 dengan ketersediaan ikan sebesar 1,20 juta ton. Komoditas dominan hasil tangkapan bulan Oktober meliputi Layang, Cakalang, Tuna Sirip Kuning, Lemuru dan Tongkol. Rata-rata stok di Cold Storage di beberapa lokasi sebesar 30,37% dari Kapasitas total Cold storage. Jenis ikan dominan yang disimpan meliputi Layang , Cumi-cumi, Layur, Jenaha dan Tongkol. Pada saat natal dan tahun baru 2019, 2020 dan tahun baru 2021, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu Tuna dan Cakalang, sedangkan untuk komoditas Bandeng, Tongkol dan Kembung relatif cukup stabil. Harga ikan bahan pokok pada saat natal 2021 dan tahun baru 2022 diprediksi stabil dan tidak akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan harga justru diprediksi mengalami kenaikan untuk jenis ikan bakaran seperti Gurame, Baronang, Kuwe, Udang, Cumi-cumi. Konsumsi ikan segar di Indonesia didominasi oleh udang basah kembung, tongkol, bandeng, cumi, nila, dan mujair. Sedangkan konsumsi ikan diawetkan didominasi oleh ikan teri asin, tongkol, bandeng, dan cumi asin. AP5I dalam FGD ini menjelaskan mengenai kondisi pasar saat ini dimana pada masa pandemi covid-19 pasar untuk food service ( hotel, restaurant, kafe, catering ) turun sangat tajam ( turun sekitar 80 % ), saat ini sudah sedikit membaik turunnya menjadi sekitar 60 % dibandingkan sebelum pandemi. Pasar untuk retail ( konsumen akhir ) baik lewat retailer ( supermarket ) maupun penjualan online stabil bahkan ada yang tumbuh sekitar 30 %, dimana permintaan produk-produk siap saji dan siap masak  ( ready to eat/ ready to cooked ) meningkat dengan pesat. Permasalahan utama Unit Pengolahan Ikan adalah kekurangan bahan baku, rata-rata utilitasnya hanya sekitar 60%. Saat ini juga terjadi kelangkaan pasokan untuk komoditi ikan patin ( pangasius ) sehingga harga bahan baku patin mengalami kenaikan. Kurangnya pasokan patin dikarenakan pembudidaya patin saat ini banyak yang beralih ke ikan hias sehingga produksi patin mengalami penurunan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan UPI

Tinggalkan Balasan