Pembahasan Penurunan Tarif Bea Masuk Ekspor/ Impor ke Tunisia – 11 Februari 2022

Sehubungan dengan akan diselenggarakannya perundingan putaran ketiga Indonesia-Tunisia, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP mengadakan Pembahasan Penurunan Tarif Bea Masuk Ekspor/Impor ke Tunisia. Saat ini masih dalam tahap perundingan lebih lanjut dimana Indonesia sedang  mengusulkan tarif palm oil dan beberapa komoditi unggulan Indonesia yang masuk ke Tunisia diberikan 0%. Sebagai pertukaran Tunisia meminta pemberian tarif 0% untuk produk frozen crab yang masuk ke Indonesia. Tunisia merupakan salah satu negara pembudidaya dan penghasil crab terbesar di dunia dan frozen crab merupakan komoditi ekspor terbesar kedua negara Tunisia. Walaupun Tunisia sebagai penghasil terbesar crab namun serapan konsumsi crab dinegara tersebut belum tinggi. Keuntungan jika frozen crab dari Tunisia diberikan tarif 0% maka Indonesia bisa mendapatkan alternatif bahan baku frozen crab selain dari negara China, Korea, Jepang, Australia yang tarif bea masuk untuk frozen crabnya sudah 0%. Saat ini market share produk crab dari Indonesia ke USA mulai tersaingi dari negara lain terutama Vietnam dan Thailand dikarenakan harga produk crabnya lebih murah, sehingga diharapkan nantinya frozen crab dari Tunisia bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan bahan baku yang lebih bersaing harganya untuk di olah di Indonesia dan diekspor ke USA. Indonesia juga mengajukan beberapa komoditi perikanan yang punya potensi untuk ekspor ke Tunisia untuk diberikan tarif bea masuk 0% ( diturunkan ). Saat ini ekspor perikanan Indonesia ke Tunisia masih kecil dikarenakan daya beli disana belum terlalu tinggi sehingga diperlukan komoditi yang sesuai dengan konsumen di Tunisia. Sebagai informasi data perdagangan produk kelautan dan perikanan Indonesia ke Tunisia tahun 2021 sebesar USD 215.654 yang terdiri dari rumput laut USD 215.565, ikan hias USD 269, lobster USD 20 ( dalam ribuan ). Untuk nilai impor Indonesia dari Tunisia mengalami kenaikan untuk komoditi rajungan-kepiting dimana tahun 2020 sebesar 2.425.792 menjadi 16.141.520 di tahun 2021.

Tinggalkan Balasan