FGD Pemantauan Ketersediaan, Kebutuhan dan Harga Ikan pada Hari Besar Keagamaan dan Nasional ( HBKN ) – 30 Maret 2022

Dalam rangka menjaring informasi terkait perkembangan dan dinamika ketersediaan, kebutuhan dan harga ikan menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Direktorat Logistik – Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) Pemantauan Ketersediaan, Kebutuhan dan Harga Ikan pada Hari Besar Keagamaan dan Nasional ( HBKN ) untuk mengetahui permintaan dan ketersediaan dari produk perikanan. Di beberapa daerah peningkatan permintaan ikan akan lebih terasa menjelang hari-hari besar keagamaan seperti menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini disebabkan oleh pola konsumsi dan belanja masyarakat menyambut hari raya lebih tinggi dibandingkan pada hari-hari biasa. Secara alamiah, peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok akan diiringi dengan kenaikan harga barang-barang tersebut yang besarnya beragam bahkan seringkali kenaikan harga tersebut tidak rasional. Berdasarkan Prognosa Tahun 2022 perkiraan kebutuhan ikan selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sebesar 2,64 juta ton berdasarkankebutuhan konsumsi ikan bulan April dan Mei yang diperkirakan meningkat sebesar 10-20%. Prognosa ketersediaan ikan selama bulan April dan Mei sebesar 2,99 juta ton didasarkan pada estimasi produksi tangkap dan budidaya dengan memperhatikan pola musim penangkapan dan pola produksi budidaya. Prognosa pasokan ikan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Sebagai gambaran atas ketercukupan ketersediaan ikan dimana rata-rata kebutuhan ikan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri berdasarkan data 4 tahun terakhir ( 2019-2022 ) sebesar 1,24 juta ton. Rata-rata ketersediaan  ikan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri berdasarkan data 4 tahun terakhir ( 2019-2022 ) sebesar 1,35 juta  ton. Kebutuhan Ikan menjelang Idul  Fitri selama periode 4 tahun terakhir rata-rata meningkat  sebesar 8% apabila dibandingkan dengan kebutuhan ikan di Bulan Ramadhan. Ketersediaan  Ikan menjelang Idul  Fitri selama periode 4 tahun terakhir rata-rata meningkat  sebesar 6% apabila dibandingkan dengan ketersediaan  ikan di Bulan Ramadhan. Pada periode 4 tahun terakhir ketersediaan ikan cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan idul Fitri. Untuk menjaga pasokan dan harga rata-rata komoditas ikan penting  dimasyarakat, khususnya pada H+1 sd H+7 Bulan Ramadhan dan saat Lebaran sd H+7 setelah Lebaran, maka pasokan ikan akan disupply dari stok yang ada di Gudang Beku dan produksi Perikanan Budidaya. Diprediksi permintaan ikan meningkat di minggu pertama puasa, kemudian stabil di minggu kedua hingga lebaran. Permintaan menurun pada saat lebaran lalu stabil kembali di H+3 lebaran. Kemudian H+7 meningkat untuk keperluan horeka dan oleh-oleh. Di beberapa daerah komoditas perikanan diperkitakan diminati pada saat lebaran, baik sebagai hidangan khas maupun oleh-oleh ( missal bandeng presto di Jawa Tengah, sate bandeng di Banten, dan daerah wisata lainnya ). Untuk ikan olahan ( terutama value added products dan kaleng )  pada saat puasa dan lebaran meningkat cukup tinggi, karena sifatnya yang mudah disimpan dan diolah, serta kebutuhan untuk parcel/bingkisan saat lebaran ( kaleng ). Saat ini permintaan untuk produk value added ready to cook dan ready to eat untuk produk perikanan sangat diminati oleh konsumen dalam negeri sebagai alternatif protein selain daging sapi dan ayam. Seiring dengan berbagai pelonggaran di masa pandemi dan mulai bergeliatnya aktivitas sosial masyarakat yang melibatkan orang banyak ( seperti buka puasa bersama, pengajian, safari Ramadhan, dll ), maka permintaan ikan untuk hotel, restoran dan katering diperkirakan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Kemudahan/pelonggaran untuk memasuki pasar modern dan berkembangnya belanja online diperkirakan akan mendorong peningkatan permintaan ikan untuk jenis tertentu seperti gurami, udang, nila, kakap, dll pada saat seminggu pertama puasa dan menjelang lebaran. Tak lupa program promosi penjualan ( discount ) pada saat menjelang puasa dan lebaran diperkirakan akan mendorong animo masyarakat untuk berbelanja kebutuhan termasuk Ikan. Untuk semakin mengembangkan pemasaran produk perikanan saat ini juga di gunakan platform pemasaran digital untuk itu diperlukan peningkatan sarana dan prasarana rantai dingin seperti air blast freezer, Gudang beku, pabrik es, mobil berpendingin dan yang terpenting adalah sarana logistic sampai ke pintu konsumen sehingga produk perikanan lebih mudah sampai ketangan konsumen.

Tinggalkan Balasan