Indeks Kinerja Logistik Ikan ( IKLI ) – 13 September 2022

Dalam rangka pengembangan pengukuran Indeks Kinerja Logistik Ikan ( IKLI ), Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan menginisiasi pengukuran IKLI pada moda pengangkutan darat dan udara. Sistem produksi, distribusi dan pemasaran hasil-hasil perikanan yang efektif dan efisien mutlak dibutuhkan untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing nasional. Agar mampu mewujudkan hal tersebut, pembangunan sektor kelautan dan perikanan membutuhkan sebuah sistem produksi dan distribusi yang dapat menjamin ketersediaan pasokan komoditas untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat secara merata dan terjangkau serta memenuhi kebutuhan permintaan industri secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan nilai tambah. Selain itu, karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berlokasi di antara dua benua dan dua samudra membutuhkan sistem logistik yang terpadu dan menuntut adanya sistem distribusi yang efisien dan reliabel. Saat ini sistem logistik ikan masih tergantung pada sistem logistik secara komoditas umum, sehingga pengukuran kinerja harus dilakukan secara hati-hati untuk mendapatkan gambaran kinerja sistem logistik ikan. Untuk dapat melakukan pengukuran tersebut, perlu desain pengukuran kinerja yang bersifat kuat, spesifik, inklusif dan sedapat mungkin kompatibel secara internal. Desain instrumen pengukuran kinerja menjadi tahapan awal yang harus dikembangkan dalam pengukuran kinerja yang dinyatakan sebagai indeks. Merujuk pada fakta di atas, maka diperlukan metode penghitungan indeks kinerja logistik ikan yang tepat.  Diperlukan Regulasi yang memudahkan dan mendukung pengadaan, penyimpanan, transportasi dan distribusi ika. Infrastruktur yang memadai, serta infrastruktur lain diantaranya kondisi jalan, ketersediaan bandara, akses keuangan dan akses informasi. Tersedianya sumber daya manusia ( SDM ) yang terlatih dan terampil dalam mengelola pengadaan, penyimpanan, transportasi dan distribusi ikan. Yang tak kalah penting perlu diperhatikan keberadaan pelaku usaha perikanan maupun pelaku jasa logistik yang operasional.

Tinggalkan Balasan