FGD Sinergi dan Kolaborasi Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan – 20 Desember 2023
Dalam rangka meningkat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Guna mewujudkan peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP mengadakan Focus Group Discussion ( FGD )Sinergi dan Kolaborasi Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. KKP tengah menyiapkan strategi penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia berbasis ekonomi biru. Strategi tersebut mencakup aspek standardisasi, inovasi produk dan nilai tambah, penerapan ketertelusuran dan rantai dingin, pengelolaan logistik ikan, pemberdayaan usaha, akses pembiayaan dan investasi, serta promosi dan akses pemasaran. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan ( PDSPKP ) – Budi Sulistiyo pada saat membuka kegiatan ini mengatakan salah satu strateginya adalah menciptakan produk kualitas tinggi dan inovasi produk memenuhi standar pasar internasional dan menguasai pasar dalam negeri. Beliau optimis bahwa target pemasaran produk perikanan Indonesia telah mengacu pada kebutuhan pasar di dalam dan luar negeri ( market driven ). Pada tahun 2029, nilai ekspor produk kelautan dan perikanan ditargetkan sebesar USD 8,5 miliar dan nilai perdagangan dalam negerinya mencapai Rp 796,93 triliun. Strategi berikutnya yang dilakukan adalah pemanfaatan teknologi pengolahan ramah lingkungan yang didukung dengan pemenuhan bahan baku sesuai standar, harga stabil dan wajar, serta penerapan sistem rantai dingin dan logistik ikan yang efisien, koneksitas dan kompetitif. Pemenuhan bahan baku berkualitas adalah salah satu bagian dari penerapan sistem logistik dan rantai dingin dalam satu sistem yang bergerak bersama. Tak kalah penting juga, strategi bangga terhadap produk Indonesia dan sekaligus melindungi sumberdaya kelautan dan perikanan Indonesia akan dilaksanakan melalui kegiatan “ Tahun Tuna Indonesia 2024 ”, Promosi “ Mutiara Perhiasan Resmi Nusantara ”, dan “ Sertifikasi Indikasi Geografis ” Ikan Hias Indonesia. Untuk itu, dalam FGD ini Ditjen PDSPKP bersama dengan 300 stakeholders terkait telah membagi beberapa tema diskusi pendalaman, seperti tema logistik, komoditas ikan hias dan mutiara, komoditas udang, komoditas rumput laut hingga terkait komoditas tuna. Diharapkan para pemangku kepentingan, seperti asosiasi dan pengusaha untuk turut menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan. Salah satunya, bawah laut akan sehat kalau semua pihak menjaga dari sampah plastik. Proses bisnis itu hulu – hilir, maka perlu dilakukan diskusi tentang pemasaran, logistik, dan pembiayaan usaha. Sebagai langkah awal, dalam rangka penyusunan strategi pembangunan kelautan dan perikanan, KKP secara aktif meminta masukan para pemangku kepentingan terkait. Ini bagian dari membangun komunikasi efektif agar usaha perikanan berkembang dengan baik, karenanya perlu sinergi dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan daya saing. Dari kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat wadah komunikasi antara jajaran di KKP dengan para pemangku kepentingan lainnya. Kebersamaan antara pemerintah, dalam hal ini KKP, dengan stakeholders terkait sangat penting guna memaksimalkan peluang sektor kelautan dan perikanan. Terlebih laut tidak hanya menyediakan kebutuhan protein, melainkan juga oksigen hingga kebutuhan lainnya. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi dan melayani supaya usaha di bidang kelautan dan perikanan berkembang secara baik, juga memfasilitasi sinergi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan guna mewujudkan peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan sebagai implementasi dari kebijakan ekonomi biru. Menteri Kelautan dan Perikanan – Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kunci keberhasilan dalam pembangunan kelautan dan perikanan yaitu sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak menjadi superteam dalam membangun sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
