News

World Market of Pangasius – 24 November 2017

AP5I mengadakan seminar terkait pengembangan patin Indonesia dengan presentasi  World Market of Pangasius ( Jean Charles ), dan Development of Domestic and Export Market of Indonesia Pangasius ( Budhi Wibowo-AP5I ). Dalam seminar ini diharapkan pelaku usaha ikan patin di Indonesia harus memanfaatkan peluang mengisi pasar lokal menggantikan fillet dori asal Vietnam yang diduga mengandung bahan pengawet berlebihan.  Ketua Umum Asosiasi AP5I Budhi Wibowo menyebutkan konsumsi domestik fillet patin (Pangasius) sekitar 10.000 ton per tahun dan sebagian besar diisi oleh dori Vietnam. Unit pengolahan ikan (UPI) di Tanah Air harus dapat mengambil alih dengan mengisi secepat mungkin kebutuhan supermarket, hotel, dan restoran. Dalam catatan AP5I, tidak lebih dari 10 UPI yang ‘bermain’ di pasar fillet patin. Sekarang kesempatan emas karena Vietnam dori tidak ada di pasar, meskipun masih ada sedikit-sedikit. Hanya tantangan Pangasius Indonesia adalah harga dan kualitas yang belum dapat bersaing dengan dori Vietnam. Untuk dapat bersaing, harga pokok penjualan patin Indonesia harus dibuat mendekati harga dori Vietnam, yakni sekitar Rp13.500 per kg. Untuk mencapai HPP itu, harga pakan harus dibuat maksimum Rp9.000 per kg.  Soal kualitas, pembudidaya harus disiplin dalam membesarkan patin hingga mencapai bobot minimal 800 gram agar layak diolah menjadi fillet, sebagaimana dilakukan pembudidaya Pangasius di Vietnam. Selanjutnya, tak cuma pasar domestik, patin Indonesia diharapkan mengisi pasar ekspor. Diharapkan pembudidaya Indonesia tidak mengulangi kesalahan Vietnam dengan melakukan perendaman (soaking) zat adiktif berlebihan demi mengerek berat dori, menghilangkan bau anyir, dan membunuh bakteri. Soaking tetap diperlukan, tetapi dalam jumlah wajar, yakni 25% dari bobot patin. AP5I berharap Indonesia mampu mengekspor fillet patin 100.000 ton per tahun paling lambat 5 tahun ke depan dari kondisi saat ini yang nyaris tidak ada. Mengutip Undercurrent News, Indonesia memproduksi patin 100.000 ton tahun lalu, di bawah Bangladesh 422.182 ton, India 447.500 ton, dan Vietnam 1,2 juta ton. Kesempatan itu muncul setelah dori Vietnam dirundung beberapa isu tak sedap, seperti ekspor ke Amerika Serikat terancam terhenti akibat pengalihan regulator catfish dari Lembaga Pangan dan Obat (FDA) ke Departemen Pertanian (USDA).

Tinggalkan Balasan