Rakernis Ditjen. Perikanan Budidaya – 27 s.d 30 Januari 2020

Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar Rapat Kerja Teknis ( Rakernis ) bidang Perikanan Budidaya di Kota Palembang. Rakernis yang dihadiri seluruh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi se Indonesia, UPT lingkup Ditjen Perikanan Budidaya dan para Stakeholders, dibuka secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan – Edhy Prabowo. Dalam arahannya, meminta Rakernis ini benar-benar dapat menghasilkan langkah konkrit dalam upaya memajukkan pembangunan sub sektor perikanan budidaya sampai tingkat Kabupaten/Kota. Menurutnya, seluruh stakeholders khususnya pemerintah daerah harus berani terbuka dalam memberikan masukan yang konstruktif bagi KKP. Rakernis ini benar-benar menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan acuan kebijakan KKP. Pembangunan perikanan budidaya adalah tanggungjawab seluruh pihak, jadi perlu ada kerjasama sinergi dari seluruh pihak. Perikanan budidaya adalah sub sektor yang sangat strategis dan menjadi jawaban bagi upaya meningkatkan perekonomian nasional dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat. Jadi budidaya ini adalah sub sektor yang paling mudah untuk ditingkatkan dan memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi dibanding sektor agro lainnya. Khusus untuk budidaya dalam jangka pendek ini, KKP akan fokus pada pengembangan industrialisasi udang. Oleh karenanya, upaya ini tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan KKP saja, tanpa dukungan dari pihak lainnya. Sementara itu Direktur Jenderal Perikanan BudidayaSlamet Soebjakto mengatakan bahwa Rakernis ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kordinasi Nasional ( Rakornas ) KKP yang digelar akhir Desember 2019.

Menurutnya, KKP dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya telah menetapkan berbagai strategi dalam upaya percepatan industri perikanan budidaya nasional. Beberapa kegiatan prioritas untuk ditindaklanjuti dalam jangka pendek ini. Tujuan Rakernis ini dalam rangka konsolidasi KKP dengan Pemda dan seluruh stakeholders terkait. Disamping itu, kegiatan ini sebagai upaya mensinergikan kebijakan perikanan budidaya mulai dari tataran atas yakni visi Presiden sampai dengan Kabupaten/Kota agar program bisa diterima dan dilaksanakan sampai lapisan daerah. Dalam lima tahun mendatang KKP fokus untuk menggarap sub sektor perikanan budidaya. Dalam jangka pendek ini, KKP akan menyiapkan program yang konkrit dan secara langsung menjadi pengungkit bagi percepatan pembangunan perikanan budidaya di seluruh Indonesia. Adapun program yang disiapkan tahun 2020 ini antara lain : pengembangan inovasi budidaya lele bioflok, pengembangan minapadi, dukungan induk dan benih bermutu, rehabilitasi kawasan melalui dukungan alat berat. Disamping dukungan langsung masyarakat, KKP juga akan fokus pada program pengembangan industrialisasi budidaya udang melalui pendekatan berbasis klaster, pengembangan ikan hias, industrialisasi budidaya rumput laut dan komoditas unggulan. Program-program tersebut tengah dalam proses finalisasi penyusunan peta jalan (road map). Dalam kesempatan Rakernis, KKP juga memberikan penghargaan kepada Satker dan Pemda yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan pembangunan perikanan budidaya nasional. KKP juga memberikan penghargaan terhadap dua Pemerintah Daerah yang berkomitmen dalam memajukan perikanan budidaya nasional. Keduanya yakni Kabupaten Musirawas dan Kabupaten Dharmasraya. Khusus untuk Kabupaten Musirawas dan Dharmasraya, sangat mengapresiasi atas komitmennya untuk menghibahkan lahan bagi Pemerintah Pusat guna pembangunan broodstock center. Tentunya kedepan keberadaan broodstock center ini diharapkan akan mampu mensuplai kebutuhan induk dan benih bermutu secara nasional. Sebagaimana diketahui, KKP tengah membangun  dua unit broodstock center di Musirawas dan Dharmasraya. Keberadaan broodstock center ini nantinya akan mensuplai kebutuhan induk dan benih bermutu baik untuk wilayah Sumatera maupun secara nasional.

Tinggalkan Balasan