Webdiscuss Nasional “ Ekspor Benih Lobster : Untung atau Buntung “ – 17 Juni 2020

Forum Marikultur Nasional mengadakan Webdiscuss Nasional “ Ekspor Benih Lobster; Untung atau Buntung “. Di tengah mengalirnya ekspor benih bening lobster, pengembangan usaha budidaya lobster dalam negeri menghadapi ketidakpastian karena peta jalan budidaya lobster masih belum jelas. Penetapan ekspor benih lobster juga dinilai tidak transparan. Ekspor benih lobster diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan ( Permen KP ) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster ( Panulirus spp ), Kepiting ( Scylla spp ), dan Rajungan ( Portunus spp ) di Wilayah Indonesia yang ditetapkan pada 4 Mei 2020. Persyaratan eksportir untuk mendapatkan kuota ekspor benih bening lobster, antara lain, sudah memanen hasil budidaya lobster berkelanjutan dan pelepasliaran sebanyak 2 persen hasil panen. Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Irzal Effendi, menilai, saat ini terjadi kepentingan ekspor benih bening lobster dan budidaya lobster yang saling berhadapan. Tantangannya, bagaimana mengembangkan budidaya lobster yang berdaya saing untuk mengurangi derasnya arus benih lobster ke luar negeri sehingga sebagian besar benih lobster mengalir ke dalam negeri. Guru Besar Universitas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, La Ode M Aslan mengemukakan, ekspor benih lobster yang dilakukan mulai Juni, hanya selang satu bulan sejak Permen KP No 12/2020 ditetapkan menuai tanda tanya publik. Apalagi, budidaya lobster bukan pekerjaan yang singkat dan butuh investasi panjang. Ketua Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia ( Hipilindo) Effendy Wong, mengatakan, hingga kini belum ada kejelasan terkait peta jalan budidaya lobster. Sementara itu, ekspor benih lobster sudah berlangsung. Ekspor benih yang tidak terkendali dikhawatirkan akan membuat budidaya lobster di Indonesia semakin sulit bersaing. Kalau terlalu banyak melepaskan benih lobster ke Vietnam, maka lobster Indonesia akan sulit menguasai pasar. Budidaya lobster di Indonesia kalah bersaing dalam hal logistik dan belum menguasai pasar. Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi ) Zenzi Suhadi menyoroti tujuan pemerintah terkait kebijakan ekspor benih lobster. Kebijakan ekspor benih lobster diharapkan berbasis kepentingan nelayan dan tidak terjebak pada pertarungan kepentingan kekuasaan. Sementara itu, Ketua Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) Effendi Gazali menyatakan, KKP berupaya mengatur ekspor benih dan budidaya lobster berjalan beriringan.

Tinggalkan Balasan