Webinar Akuakultur Kobia – 25 Juni 2020

Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung  dan Universitas Lampung mengadakan Webinar Akuakultur Kobia “ King Kobia Harta Terpendam Akuakultur Indonesia “ Teknik Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran. Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mengembangkan sektor budidaya perikanan dan menjadi salah satu sektor prioritas dalam lima tahun ke depan. Dalam prsentasinya Dirjen Perikanan Budidaya KKP – Slamet Subijakto mengatakan,  KKP meluncurkan komoditas ikan budidaya terbaru king cobia ( kobia ). Budidaya king kobia juga berdampak positif terhadap lingkungan. Kegiatan budidaya king kobia sangat penting untuk mengurangi ekploitasi king kobia di alam. King kobia mempunyai tropic level tinggi dengan jumlah yang terbatas di alam sehingga apabila dieksploitasi di alam akan mengancam kelestarian plasma nutfahnya. Secara langsung maupun tidak, hal ini akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat serta keseimbangan ekosistem di perairan. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebijakto mengatakan, king kobia ( Rachycentron canadum ) akan dikembangkan menjadi komoditas unggulan baru subsektor perikanan budidaya. Sebab, king kobia merupakan spesies ikan laut karnivora yang memiliki sejumlah keunggulan untuk dibudidayakan. King kobia memiliki performa pertumbuhan yang cepat yakni 4-6 kg setahun. Selain itu, king kobia juga mudah untuk diadaptasikan, dipijah, dan dibesarkan dalam kondisi budidaya. Waktu pemeliharaannya pun relatif lebih singkat dibandingkan dengan ikan laut lainnya ( berat ikan 3 kg dalam 9 bulan ). Dari segi konsumsi, king kobia juga memiliki keunggulan karena mengandung EPA, DHA, dan asam lemak omega 3 lainnya. Kualitas dagingnya juga sempurna dengan tekstur dagingnya yang putih. BBPPL Lampung dan stakeholders yang terlibat dalam pengembangan komoditas king kobia. king kobia merupakan komoditas ikan laut yang sedang naik daun dan terus disosialisasikan kepada para pembudidaya. Teknologi budidaya king kobia di BBPBL Lampung telah berkembang pesat dan sukses dalam melakukan pemeliharaan induk, pemijahan induk, pemeliharaan larva, produksi benih, serta kegiatan produksi ukuran konsumsi di Keramba Jaring Apung ( KJA ).  BBPBL Lampung telah memulai kegiatan pemeliharaan larva kobia di hatchery secara indoor dari tahun 2009. Dengan berbagai tahapan teknologi yang telah dilakukan, dapat dijelaskan bahwa King kobia bukan merupakan ikan hasil rekayasa genetika. Dalam presentasi Rika Puspita dari Silly Fish Indonesia yang juga merupakan anggota AP5I mengatakan dari segi pemasaran, king kobia memiliki pasar yang luas karena dapat dipasarkan sebagai ikan segar beku maupun fillet. Selain itu, king kobia juga banyak digunakan untuk sport fishing. Pasar king kobia masih terbuka luas, baik pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Dagingnya enak, empuk dan bisa diolah dalam sajian apapun. Terutama untuk kualitas premiumnya ada banyak sekali. Slamet mengatakan, preferensi konsumen terhadap kualitas daging kobia ini sangat baik. Selain itu, pasar ekspor ikan kobia cukup terbuka antara lain Hongkong, Taiwan, Jepang, Australia, dan Eropa. Munti Sarida dari Universitas Lampung mengatakan ke depannya, pengembangan budidaya king kobia akan dilakukan  melalui budidaya ikan yang baik dan tersertifikasi yang menerapkan kaidah Cara Pembenihan Ikan yang Baik ( CPIB ) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik ( CBIB ) dengan standar Internasional yang sesuai dengan permintaan pasar perikanan global. Melalui sertifikasi tersebut, bukan hanya aspek mutu, food safety, dan social responsibility, namun juga menerapkan aspek-aspek keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan