Webinar Menyongsong Pemberlakuan IA – CEPA, 5 Juli 2020 : Peluang Peningkatan Eskpor Perikanan Indonesia ke Australia – 30 Juni 2020

Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan Webinar “ Menyongsong Pemberlakuan IA-CEPA, 5 Juli 2020 : Peluang Peningkatan Eskpor Perikanan Indonesia ke Australia “. Webinar di buka oleh Sekretaris Jenderal KKP – Antam Novambar yang mengajak para diaspora Indonesia di Australia untuk memanfaatkan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IA-CEPA ) yang akan berlaku pada 5 Juli 2020. Dengan IA-CEPA, diharapkan produk perikanan Indonesia akan mendapatkan bea masuk yang lebih rendah hingga 0% sehingga menjadikan produk perikanan Indonesia lebih kompetitif. Oleh karena itu, pelaku bisnis di kedua negara diharapkan dapat merespons dan menyiapkan langkah konkret untuk memanfaatkan skema IA-CEPA tersebut.  Salah satu potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan diaspora Indonesia dalam skema IA-CEPA yaitu memasarkan produk perikanan dalam negeri ke pasar Australia. Peran serta diaspora ini tentunya akan mendorong kinerja ekspor nasional. Upaya mencari peluang pasar ekspor, terutama di tengah pandemi covid-19 harus tergarap dengan serius. Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan – Ni Made Ayu Marthini mengatakan bahwa pada tahun 2019, Australia mengimpor USD 1,5 miliar produk perikanan dan kelautan. Impor produk perikanan dan kelautan Australlia berasal dari Thailand, RRT, Vietnam, Selandia Baru dan Indonesia yang berada di urutan ke-5. Ekspor  produk perikanan Indonesia ke Australia mencapai nilai USD 85,5 juta pada tahun 2019. Ayu Siti Maryam – Kepala ITPC Sydney dalam presentasinya menginformasikan bahwa konsumsi perikanan di Australia 2018 -2019: 25.1 kg/capita 2020-2021: 25.4 kg/capita. Regulasi terkait impor produk makanan di Australia meliputi ANZ Food Standards Code Country of Origin Labelling Requirements Traceability Requirements Sustainability & Provenance information. Diharapkan Selain tarif 0% IA-CEPA juga diperlengkapi dengan chapter sanitary and phytosanitary yang memberikan suatu forum konsultasi dan instrumen kerja sama apabila ditemukan hambatan dalam bidang perkarantinaan. Dimana ketentuan yang berlaku di Australia untuk komoditi :

  • Udang
  1. Udang tidak memerlukan ijin dari Department of Agriculture, Water & Environment.
  2. Tidak memerlukan ijin Untuk seafood olahan: pastikan matang secara sempurna (min 70C/11 Detik).
  3. Ijin dari badan karantina KKP
  • Ikan Siap Konsumsi
  1. Manufacturer ‘ s declaration Tanpa kepala Cutlet < 450gram Skin on Fillet < 450gram Government health certificate

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP – Machmud mengatakan bahwa Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia ( IACEPA ) merupakan persetujuan komprehensif yang dibangun berdasarkan persetujuan multilateral dan regional yang telah ada termasuk Persetujuan Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN – Australia – Selandia Baru (AANZFTA). Target KKP dengan perjanjian ini seluruh tarif bea masuk ke Australia dihapuskan menjadi 0%. Sebelumnya tarif bea masuk beberapa produk perikanan ke Australia sebesar 5% seperti rumput laut ( HS 12 ), TTC olahan ( HS 16 ), dan Mutiara ( HS 71 dan 96 ). Sedangkan Yugi Prayanto – Wakil Ketua Umum Bidang KP Kadin Indonesia dalam presentasinya mengatakan bahwa ekspor produk perikanan fresh dan frozen ke Australia mengalami peningkatan setiap tahunnya walaupun pada tahun 2017 sempat mengalami penurunan. Meningkat 11% tahun 2016, menurun 2% tahun 2017, meningkat 4% tahun 2018 dan meningkat 9% tahun 2019. Jika dirata-ratakan tren ekspor meningkat 6% tiap tahunnya. Sedangkan untuk ekspor ikan awetan mengalami peningkatan setiap tahunnya meningkat tajam pada tahun 2019, meningkat 0.8% tahun 2018 dan meningkat tajam 13,4% pada tahun 2019.

Tinggalkan Balasan