Indonesia dan Australia sepakat bahwa Indonesia – Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IA-CEPA )

Indonesia – Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IA-CEPA ) 

Indonesia dan Australia sepakat bahwa Indonesia – Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IA-CEPA ) akan berlaku mulai tanggal 5 Juli 2020. Setelah melalui 10 bulan proses ratifikasi, kedua negara secara resmi telah menyelesaikan proses domestik masing-masing. IA-CEPA ditandatangani pada tanggal 4 Maret 2019, untuk Indonesia proses ratifikasi selesai dengan diterbitkannya Undang Undang No.1 tahun 2020 tentang Pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia ( Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement ) pada tanggal 28 Februari 2020. Implementasi IA-CEPA sangat penting bagi kedua negara karena akan membantu pemulihan ekonomi pasca covid-19. Diharapkan IA-CEPA dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pelaku usaha kedua negara termasuk UMKM untuk mendorong hubungan perdagangan dan investasi kedua negara demi kesejahteraan Bersama. IA-CEPA mencakup perjanjian perdagangan barang yang meliputi aspek tarif dan non-tarif, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi; perdagangan jasa yang meliputi ketenagakerjaan, jasa keuangan, telekomunikasi, dan jasa profesional; investasi; perdagangan elektronik; kebijakan daya saing; kerja sama ekonomi; serta pengaturan kelembagaan dan kerangka kerja. IA-CEPA akan memberikan manfaat bagi pelaku usaha Indonesia melalui penghapusan seluruh tarif bea masuk Australia sehingga seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia akan menikmati tarif 0%. Ini akan menguntungkan ekspor Indonesia ke Australia seperti produk tekstil, produk otomotif, elektronik, produk perikanan dan peralatan komunikasi. Indonesia juga akan mendapatkan program peningkatan sumber daya manusia seperti pendidikan vokasional dan program magang yang disusun berdasarkan kebutuhan sektor Industri Indonesia. Kelak akan tersedia 200 visa magang di sembilan profesi di sektor prioritas yaitu Pendidikan, pariwisata, telekomunikasi, pengembangan infrastruktur, Kesehatan, energi, pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan komunikasi. IA-CEPA memberikan perlindungan investasi yang lebih baik, sehingga dapat menambah masuknya investor Australia ke Indonesia khususnya di sektor pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, kesehatan, industri, konstruksi, energi, pertambangan, dan pariwisata. Di sisi lain, dengan adanya IA-CEPA, investor Indonesia juga akan lebih terlindungi dalam melakukan ekspansi usaha dengan melakukan penanaman modal di Australia. IA-CEPA juga dibentuk dengan konsep “ economic powerhouse ” yaitu kolaborasi kedua negara dengan saling memanfaatkan keunggulan dan produktivitas masing-masing untuk menyasar akses pasar di negara ketiga, misalnya pada industri makanan olahan berbahan dasar gandum seperti mi instan yang dapat memperoleh bahan baku gandum Australia dengan harga yang lebih bersaing sehingga produk mi instan Indonesia lebih kompetitif di pasar global. IA-CEPA dan konsep economic powerhouse diharapkan akan membantu pemulihan ekonomi Indonesia terutama di tengah tantangan pandemi COVID-19 yang menyebabkan kelesuan perekonomian global.

Tinggalkan Balasan