Dialog Sosial Sektor Perikanan dan Makanan Hasil Laut di Indonesia – 14 September 2020

Dalam  rangka mendukung upaya berkelanjutan industri pengolahan ikan Indonesia, termasuk didalamnya pemenuhan dan pemajuan standar sosial dan ketenagakerjaan, Oxfarm di Indonesia mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) virtual bertajuk “ Dialog Multipihak untuk Mewujudkan Industri Perikanan yang Berkelanjutan ; Identifikasi Peluang dan Tantangan Sosial “. Indonesia adalah produsen ikan terbesar kedua didunia setelah China, dengan jumlah produksi yang terus mengalami peningkatan. Secara nasional, perikanan merupakan salah satu sektor yang kontribusinya terhadap produk domestik bruto ( PDB ) nasional terus meningkat. Meskipun cenderung semakin bertumbuh, tantangan ekosistem industri perikanan masih pelik dan perlu diurai satu persatu. Situasi ini juga semakin menantang ditengah pandemi covid-19. Mulai dari perubahan pasar global, instabilitas input-output produksi ( baik budaya maupun tangkap ), keterbatasan tingginya biaya logistik ( baik mobilitas dalam negeri, maupun ekspor ), hingga pengelolaan operasional perusahaan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah. Saat industri perikanan harus mempertahankan, atau bahkan meningkatkan aspek profitibilitas, secara bersamaan industri ini juga tetap harus meningkatkan performa keberlanjutan sosial dan lingkungan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing dalam pasar global, sejalan dengan beberapa norma keberlanjutan yang ada. Harapannya adalah pelaku bisnis dapat meningkatkan daya saing dan akuntabilitas bagi pemangku kepentingan baik pasar, pemerimtah, masyarakat, maupun para pekerjanya. Ketua Umum AP5I – Budhi Wibowo dalam fgd ini menginformasikan kondisi industri perikanan saat ini dengan membawakan presentasi berjudul “ Tantangan Sektor Perikanan Indonesia untuk Meningkatkan Daya Saing di Tingkat Global dan Upaya Pemenuhan Social Standard “.

Tinggalkan Balasan