Rapat Pembahasan Kondisi Terkini Transportasi Hasil Perikanan dengan Reefer Container – 22 Januari 2021

Dalam rangka mengetahui stabilitas pasokan, ketersediaan dan kelancaran distribusi hasil perikanan menggunakan reefer container tujuan domestik dan ekspor di Indonesia akibat dari pandemi covid-19, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan PerikananKKP mengadakan rapat koordinasi secara virtual untuk membahas kondisi terkini transportasi hasil perikanan menggunakan reefer container untuk tujuan domestic dan ekspor. Isu Strategis distribusi hasil perikanan tujuan domestik dan ekspor di Indonesia akibat dari pandemi covid-19, yaitu ketidakpastian supply-demand hasil perikanan yang mengakibatkan terhambatnya pasokan dan menurunnya ketersediaan hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri, konsumsi dan ekspor. Tingginya biaya logistik, kelangkaan ketersediaan reefer container ( shortage Container ), tidak tersedianya jadwal kapal/pesawat, space di kapal/pesawat ( frekuensi terbatas ). Selain itu permasalahan tidak tersedianya data & informasi, serta kurangnya koordinasi antara pemilik hasil perikanan, shipping line, forwarder, maskapai, K/L, pemda dan stakeholder terkait. Saat ini permasalahan kelangkaan container diakibatkan dari pola permintaan dan pengiriman yang terjadi di masa pandemi covid-19 dimana terdapat fluktuasi permintaan space pengiriman di seluruh dunia, ketidaksamaan tipe kontainer impor dan ekspor juga menjadi penyebab kelangkaan container, ketidakseimbangan kebutuhan kontainer 40’ untuk ekspor dan kontainer 20’ untuk impor, ketergantungan atas armada MLO asing, dan tidak tersedianya space di kapal. Dinamika pengiriman yang terjadi di masa pandemic covid-19 ini mengalami perubahan dimana saat ini, pemusatan penyediaan kapasitas kapal dan prioritas kontainer untuk ekspor dari China, terjadi penumpukan kontainer karena gangguan operasional pelabuhan akibat dari lockdown di beberapa pelabuhan internasional, dan MLO internasional telah mengurangi jumlah pelayaran. Permasalahan logistik yang saat ini dialami Indonesia, adalah komoditas penggerak utama ( key commodity factor ) sebagai penggerak aktivitas logistik belum terkoordinasi secara efektif, belum adanya fokus komoditas yang  ditetapkan sebagai komitmen  nasional, dan belum optimalnya volume perdagangan ekspor dan impor. Selain itu regulasi dan kebijakan masih bersifat parsial dan sektoral, yang disertai oleh masih rendahnya penegakan hukum, belum efektifnya Koordinasi Lintas Sektoral, dan belum adanya lembaga yang menjadi integrator kegiatan logistik nasional.

Tinggalkan Balasan