Rapat Pembahasan Pembagian Kuota Ekspor Tahun 2021 – 21 Januari 2021

Dalam rangka pembahasan pembagian kuota ekspor tahun 2021, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan Rapat Pembahasan Pembagian Kuota Ekspor Tahun 2021 dengan membahas Kebijakan Pelaksanaan Kuota Ekspor, dan Pembahasan Pembagian Kuota Ekspor Tahun 2021. Dasar hokum pembagian kuota ekspor berdasarkan dengan Kepmenhut No. SK. 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Penangkapan atau Pengambilan dan Peredaran TSL, Perdirjen KSDAE No. P.274/KSDAE-KKH/2015 tentang Pedoman Pembagian Kuota Ekspor Specimen TSL dari Alam Kepada Pemegang Izin Usaha Pengedar Luar Negeri, Kepdirjen KSDAE No. SK.509/KSDAE/SET/KSA.2/12/2017 tentang Pelimpahan Kewenangan Pembagian Kuota Ekspor TSL Hasil Pengambilan dan Penangkapan dari Habitat Alam, Kepdirjen KSDAE No. SK.1/KSDAE/KKH/KSA.2/1/2021 tentang Kuota Pengambilan Tumbuhan Alam dan Penangkapan Satwa Liar Periode Tahun 2021, dan (SOP) Direktur KKH Nomor SOP.1/KKH/MJ/KSA.2/1/2020 tentang Tata Cara Penetapan dan Evaluasi Pembagian Kuota Ekspor TSL Perusahaan Hasil Pengambilan atau Penangkapan dari Habitat Alam. Sebagai acuan bagi asosiasi yang ditunjuk sebagai penerima kuota yang nantinya akan diberikan ke anggota asosiasi, penilaian terhadap penerima kuota didasarkan pada Perdirjen KSDAE No. P.274/KSDAE-KKH/2015 dengan melihat komponen-komponen yang terdiri dari Realisasi  kuota ekspor, Jenis produk, Upaya penangkaran, Negara tujuan ekspor, Tenaga kerja tetap, Periode pemanfaatan. Selanjutnya setelah pemberian kuota untuk 1 tahun perlu dilakukan evaluasi terhadap kemampuan eksportir yang terdaftar dalam merealisasikan kuota ekspor yang telah dibagikan. Sisa kuota ekspor yang belum dapat direalisasikan wajib dikembalikan kepada Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati selaku pelaksana harian otoritas pengelola CITES di Indonesia dan dapat dilimpahkan kepada eksportir terdaftar lainnya melalui penetapan perubahan pembagian kuota ekspor perusahaan oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati. Kendala ataupun permasalahan yang sering terjadi dalam pembagian kuota ekspor untuk eksportir adalah jumlah kuota tangkap/ambil cenderung tetap atau berkurang sedangkan jumlah eksportir terdaftar bertambah, terdapat komoditi yang belum memiliki asosiasi, terdapat eksportir terdaftar yang belum menjadi anggota asosiasi, Terdapat lebih dari 1 asosiasi untuk komoditi yang sama, Update data investasi dan tenaga kerja per perusahaan, Permasalahan dalam pelaksanaan KEP meliputi pengaturan pelaksanaan mulai dari hulu (tangkap/ambil) sampai dengan hilir (ekspor).

Tinggalkan Balasan