Webinar “ Trade Policy Dialogue ( TPD ) on Understanding Non-Tariff Measures on Agriculture, Forestry and Fisheries Sectors to Enhance Trade to Improve Rural Development and Poverty Alleviation in the Asia-Pacific Region – 13 Agustus 2021

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan self-funded APEC Project inisiatif Indonesia pada Komite Perdagangan dan Investasi APEC, Kementerian Perdagangan Direktorat Perundingan APEC dan Organisasi Internasional menyelenggarakan Webinar “ Trade Policy Dialogue (  TPD ) on Understanding Non-Tariff Measures on Agriculture, Forestry and Fisheries Sectors to Enhance Trade to Improve Rural Development and Poverty Alleviation in the Asia-Pacific Region”. Kegiatan TPD yang diselenggarakan secara virtual diikuti oleh para pemangku kebijakan perdagangan dan investasi APEC dan menghadirkan pembicara yaitu para ahli terkait sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Asia Pasifik. Perdagangan internasional telah mencapai kesepakatan panjang dalam masalah tarif. Sementara tarif relatif transparan dan telah secara teratur dikompilasi ke dalam database publik, Tindakan Non-Tarif ( NTM ) harus diidentifikasi secara strategis karena dapat memfasilitasi atau membatasi perdagangan. Selain itu, ekonomi masih menghadapi tantangan pada NTM karena praktik regulasi ini ( untuk kasus tertentu) menghuni zona abu-abu di mana kebijakan perdagangan memenuhi regulasi. Sebuah studi oleh UNCTAD ( 2013 ) menyatakan bahwa tarif perdagangan internasional umumnya rendah, karena telah semakin diliberalisasi dalam konteks perjanjian perdagangan preferensial regional dan bilateral. Penurunan pentingnya tarif untuk akses pasar juga diakibatkan oleh skema perlakuan khusus dan berbeda, seperti NTM yang secara nyata digunakan sebagai instrumen kebijakan komersial ( misalnya kuota, subsidi, tindakan pertahanan perdagangan dan pembatasan ekspor ) dan tindakan teknis lainnya. NTMs adalah salah satu topik inti dalam Webinar APEC untuk mencapai tujuan jangka panjang perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka di Asia Pasifik. Visi tersebut menyoroti bahwa para anggota mengakui pentingnya, dan akan terus bekerja sama untuk mewujudkan, kebebasan, terbuka, lingkungan perdagangan dan investasi yang adil, tidak diskriminatif, transparan dan dapat diprediksi. Tujuan dari one day TPD ini adalah untuk membahas kebijakan-kebijakan yang dapat diambil untuk membantu perekonomian APEC dalam meningkatkan standar Non-Tariff Measures ( NTMs ) khususnya untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. TPD ini juga akan menjadi kesempatan bagi APEC Committee on Trade and Investment ( CTI ) untuk memajukan diskusi tentang isu-isu Non-Tariff Measures sebagai tindak lanjut dari “ Public Private Dialogue on Understanding Non-Tariff Measures on Agriculture, Forestry dan Sektor Perikanan untuk Meningkatkan Perdagangan untuk Meningkatkan Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan di Kawasan Asia Pasifik ” yang digagas oleh Indonesia pada tahun 2020. Selain itu, TPD ini juga amembahas pembahasan keterkaitan antara isu NTM dan petani skala kecil pada ketiga sektor tersebut untuk meningkatkan pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan di kawasan APEC. Penerima manfaat utama dari dialog ini adalah perwakilan CTI dari ekonomi anggota APEC yang bertanggung jawab atas kebijakan perdagangan yang terkait dengan NTM di sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Selain itu, TPD ini juga akan mendorong para pemangku kepentingan dalam negeri untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik regulasi yang baik sekaligus mengelola dan memfasilitasi NTM. Pembicara dalam webinar ini adalah Mr. Yann Duval ( Chief of Trade Policy and Facilitation, UNESCAP ) yang akan mempresentasikan tentang tren dan implementasi NTM dalam RTA/FTA secara keseluruhan, dan keterkaitan antara NTM dan agenda pembangunan untuk membantu produsen skala kecil masuk pasar global. Kemudian perwakilan Selandia Baru yang akan mempresentasikan tentang Non-Tariff Measures ( NTMs ) pada Essential Goods selama covid-19 di kawasan APEC dan Impossible Impact-nya terhadap Produsen Skala Kecil. Disusul pembicara lainnya yang berasal dari best practice dalam mengidentifikasi kebijakan prioritas untuk menerapkan ketentuan NTM di Bidang Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Dan juga melibatkan perwakilan dari praktisi bisnis akan berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan dan mematuhi NTM di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Ini termasuk berbagai tindakan perdagangan yang terkait dengan kegiatan ekspor-impor, termasuk peraturan teknis dan standar wajib lainnya. Selain itu hadir juga pembicara perwakilan dari Peru, Kanada, dan Jepang yang menyampaikan materi dengan menjelaskan produk-produk ekspor perrtanian, kehutanan, dan perikanan yang dapat memasuki pasar dunia. Tujuan dari webinar ini untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang pentingnya ketentuan NTM di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam ekonomi APEC. Membantu perekonomian APEC melalui perwakilan CTI dalam mengidentifikasi kebijakan prioritas untuk menerapkan ketentuan NTM di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam perekonomian APEC. Berbagi informasi dan mendiskusikan keterkaitan antara isu NTM dan petani skala kecil di ketiga sektor tersebut untuk meningkatkan pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan di kawasan APEC. Ketua Umum AP5I – Budhi Wibowo ditunjuk menjadi salah satu pembicara dan menyampaikan materi dengan menjelaskan produk ekspor perikanan yang bisa memasuki pasar dunia.

Tinggalkan Balasan