FGD Penyusunan Rencana Dukungan Energi untuk Peningkatan Produktivitas Sektor Industri – 27 Oktober 2021

Dalam rangka penyusunan kajian Rencana Dukungan Energi untuk Peningkatan Produktivitas  Sektor Industri, diperlukan masukan dari para pemangku kepentingan untuk memperoleh perspektif perubahan arah kebijakan energi nasional dan pengaruhnya terhadap sektor industri. Salah satu aspek yang perlu dikaji adalah pola kebutuhan/konsumsi energi setiap subsektor industri saat ini serta trend dimasa mendatang. Sehubungan dengan hal tersebut Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) Penyusunan Rencana Dukungan Energi untuk Peningkatan Produktivitas Sektor Industri. Pembangunan industri nasional senantiasa memerlukan dukungan dari berbagai faktor input terutama ketersediaan sumber energi. Untuk itu Kemenperind melalui Biro Perencaanaan telah Menyusun dokumen perencanaan dan analisis terkait kebutuhan energi sektor industri sejak tahun 2012 hingga 2017. Setelah disusunnya Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional, mulai disusun dokumen perencanaan terkait energi yang menitikberatkan pada dukungan penyediaan sekaligus upaya efisiensi energi. Perencanaan kebutuhan penyediaan energi untuk sektor industri didasarkan atas berbagai asumsi dan model analisis antara lain kinerja makro ekonomi, kinerja sektor industri, rata-rata kebutuhan energi, bauran energi yang seluruhnya dipenuhi oleh energi fosil, model analisis utamanya bersifat time-series dan disertai analisi spasial ( per lokasi ). Seiring dengan pertumbuhan sektor industri, penerapan upaya efisiensi energi disektor industri, serta perubahan paradigma pasokan energi kearah net-zero emission, terjadi perubahan berbagai asumsi dasar sehingga diperlukan tinjauan ulang ( updating ) terhadap kajian perencanaan dukungan energi yang telah disusun sebagai dasar koordinasi perencanaan program dan kegiatan di sektor energi dan perindustrian. Selanjutnya akan dikembangkan 2 skenario pemodelan kebutuhan energi yaitu skenario ekselerasi dan skenario akselerasi disertai efisiensi. Kedua skenario ini menjadi relevan untuk dikembangkan mengingat pergeseran paradigma konsumsi dan pasokan energi dimasa depan antara lain berfokus pada pembangunan rendah karbon, industri hijau serta net-zero emission

Tinggalkan Balasan