Konferensi SDGs Goal 14, Ekosistem Lautan dengan tema SDGs 14 Financing to Achieve the Targets – 26 s.d 27 Oktober 2021

Sehubungan dengan rencana penyelenggaraan Konferensi Nasional Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Laut ke-10 yang mengusung tema “ Mewujudkan Pesisir, Pulau-pulau Kecil, dan Laut sebagai Penghela Blue Economy untuk Kesejahteraan Masyarakat melalui Tata Kelola Terukur “ pada bulan Oktober-November 2021, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bekerjasama dengan UNDP mengadakan Konferensi SDGs Goal 14, Ekosistem Lautan dengan tema SDGs 14 Financing to Achieve the Targets. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( TPB )/Sustainable Development Goals ( SDGs ) adalah pembangunan yang sejatinya melaksanakan Agenda Pembangunan Nasional. Target-target TPB/SDGs di tingkat nasional telah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN ) tahun 2015 – 2019 dan RPJMN tahun 2020 – 2024 dalam bentuk program, kegiatan dan indicator yang terukur, termasuk tujuan 14 yang terkait langsung dengan pembangunan di sektor kelautan dan perikanan. Disektor kelautan, pada konservasi laut, Indonesia menargetkan 30 juta hektar pada tahun 2030, dan untuk itu membutuhkan dana yang besar untuk memenuhi tujuan ini. Pada perikanan, juga dibutuhkan pendanaan untuk meningkatkan pemanfaatan perikanan secara berkelanjutan, terutama mendorong perikanan skala kecil serta penguatan armada untuk melakukan pemanfaatan sumber daya perikanan di ZEE dan laut lepas. Dana pemerintah Indonesia dan filantropi diperkirakan hanya menutup 18,5% dana yang tersedia untuk kebutuhan konservasi keanekaragaman hayati laut. Terkait strategi pembiayaan, Pemerintah telah mulai memperkenalkan format Green Sukuk pada tenor 30 tahun untuk pertama kalinya. Sukuk hijau ini merupakan salah satu inovasi pemerintah dalam menerbitkan instrumen pembiayaan untuk proyek berbasik hijau, sehingga dapat merangkul investor yang lebih luas. Selanjutnya Indonesia untuk pertama kalinya juga telah melakukan transaksi penerbitan Surat Utang Negara ( SUN ) SDGs dalam mata uang Euro yang merupakan SDG bond konvesional pertama di Asia. Selain itu beberapa alternatif lainnya juga telah didorong antara lain pendanaan campuran ( blended finance ) yang diharapkan dapat secara strategis memobilisasi pendanaan swasta, untuk dapat dikombinasikan dengan pembiayaan lainnya.

Tinggalkan Balasan