Pertemuan Governing Board LSPro HP – 29 November 2021

Sehubungan dengan Penerapan Manajemen Ketidakberpihakan sebagai bagian bagian dalam Sistem Manajemen LSPro-HP, maka LSPro-HP mengadakan Pertemuan Governing Board secara virtual. Pertemuan ini dihadiri anggota Governing Board, yaitu Widya Rusyanto – Kepala BBP3KP selaku Manajer Eksekutif, Simson Masengi – Direktorat PBM, PDSPKP, Nurjanah – IPB, Sudiarso – APCI, Anna Maria – AP5I, Saefudin – CV. Sakana Indo Prima – klien LSPro-HP dan Dewi Isabela – PT Chipsy Ludmila Indonesia – klien LSPro-HP. Rapat dipandu oleh Manajer teknis dan dibuka oleh Kepala BBP3KP sebagai manager eksekutif. Anggota Governing board merupakan anggota untuk menilai LSPro dengan memperhatikan ketidakberpihakan/independen demi perkembangan LSPro. LSPro telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional ( KAN ) sejak tahun 2013 dengan jumlah ruang lingkup 20 produk ( 4 produk untuk ruang lingkup baru yaitu fillet patin beku, udang beku, kerupuk ikan, duyang dan moluska siap makan, dan ikan renyah ). Hasil dari pertemuan ini akan dilakukan review/refreshment terkait governing board sesuai dengan ISO 17065:2012, butir tentang manajemen ketidakberpihakan, mekanisme untuk menjaga ketidakberpihakan ( anggota GB terdiri dari perwakilan-perwakilan agar adanya keseimbangan antara lain yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha dan asosiasi ), analisis resiko ketidakberpihakan di LSPro BBPKP. Perkembangan kegiatan sertifikasi tidak dilakukan pada rapat GB kali ini, namun akan dilakukan kembali rapat GB pada awal tahun 2022. Perlu disampaikan bukti ketidakberpihakan dari penerbit sertifikat, berupa diagram alir dan struktur organisasinya yang mengevaluasi, melakukan pengujian, penandatangan sertifikat, jumlah sertifikat yg dikeluarkan, dan konflik kepentingannya dimana saja. Sehingga anggota GB dapat menilai dan mengetahui ketidakberpihakan pada kegiatan sertifikasi. Berdasarkan tugas dan tanggung jawab GB sebagai penjamin ketidakberpihakan sebagai usulan untuk tahun depan saat mengevaluasi/mensertifikasi agar anggota GB dapat diikutsertakan sebagai gambaran bagaimana proses sertifikasi. Anggota GB mengharapkan adanya harmonisasi antara SNI dan MD yang sekarang sedang dilaksanakan oleh BSN dan BPOM. Informasi terkait sertifikasi dapat disampaikan kepada AP5I, agar AP5I dapat mensosialisasikan kepada anggotanya karena semakin banyaknya anggota-anggota baru. Apabila UPI ingin mensertifikasi produknya maka pelaku usaha dapat mengajukan permohonan sertifikasi dengan mengisi formulir dan mengirimkan kelangkapan dokumen ke LSPro-HP BBP3KP, dimana produk yang dapat disertifikasi sesuai dengan ruang lingkup akreditasi LSPro-HP ( 14 produk SNI Sukarela dan 2 SNI Wajib ). Seetelah mengajukan sertifkasi maka LSPro-HP akan melakukan tinjauan hasil evaluasi dilakukan terhadap pemenuhan seluruh persyaratan Sertifikasi dan kesesuaian proses Sertifikasi, mulai dari pengajuan permohonan Sertifikasi, pelaksanaan evaluasi awal dan evaluasi proses produksi. Tinjauan hasil evaluasi dinyatakan dalam bentuk rekomendasi tertulis tentang pemenuhan SNI yang diajukan untuk disertifikasi

Tinggalkan Balasan