News

Percepatan Industrialisasi Perikanan

5 Juni 2017, Salah satu program Pemerintah adalah meningkatkan ekspor termasuk ekspor komoditi perikanan Indonesia. Udang merupakan salah satu komoditi unggulan ekspor perikanan Indonesia yang mempunyai andil sekitar 45% dari total ekspor produk perikanan Indonesia. Namun saat ini industri pengolahan perikanan masih mengalami permasalahan dalam pemenuhan bahan baku udang, hal ini dikarenakan produksi hasil budidaya udang belum memenuhi kebutuhan industri pengolahan perikanan dalam memenuhi kapasitas produksinya. Sehubungan dengan hal tersebut dan menindaklanjuti  Inpres 7/2015 dan Perpres 3/2017 tentang Percepatan Industrialisasi Perikanan, dimana salah satu tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri perikanan khususnya udang maka AP5I  meminta dukungan Pemerintah  agar mengutamakan pengembangan dan pemenuhan fasilitas infrastruktur berupa jalan, jembatan, irigasi, dan listrik pada sentra-sentra budidaya udang nasional.  Menindaklanjuti usulan AP5I, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengadakan pertemuan dengan AP5I, KKP, GPMT, SCI, dan PLN. Pada prinsipnya ESDM dan PLN berjanji akan mensupport tambak udang, mereka meminta data lebih detail sampai koordinat lokasi tambak2 udang yang perlu disupport.  Selain itu dalam meeting tersebut terungkap bahwa selama ini kelambatan oleh PLN kemungkinan terjadi karena permintaan dilakukan oleh petambak secara orang perorang.  Untuk kedepannnya akan diusahakan permintaan penyambungan listrik bisa dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok petambak,  idealnya dalam bentuk kawasan yang nantinya akan disupport oleh PLN.   Untuk menindak lanjuti meeting tersebut Budhi Wibowo selaku Ketua Umum AP5I membentuk WAG team koordinasi yang beranggotakan KKP, SCI dan GPMT yang akan menyiapkan data bagi PLN.

Tinggalkan Balasan