Ngobrol Bareng Seputar Agribisnis ( Ekosis ) – 22 Juni 2020

Ekosis bekerjasama dengan AP5I mengadakan Ngobar; Ngobrol Bareng Seputar Agribisnis secara virtual melalui aplikasi zoom dengan membahas “ Digitalisasi Perikanan Apakah Perlu? “.   Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan  mendorong para pelaku usaha perikanan untuk melakukan terobosan-terobosan melalui inovasi teknologi digital. Perkembangan teknologi dan digitalisasi merupakan terobosan global yang tak bisa dihindari. Perkembangan industri 4.0 mendorong dunia usaha, termasuk perikanan, untuk membuat inovasi-inovasi ke arah pemanfaatan teknologi dan ekonomi digital. Dengan terjadinya pandemi covid-19 market untuk food service ( HOREKA ) mengalami penurunan yang sangat tajam, namun market untuk retail masih stabil, dan penjualan online mengalami pertumbuhan dengan pesat. Permintaan terhadap produk-produk siap saji dan siap masak meningkat sangat pesat. Dalam presentasinya, Ketua Umum AP5I – Budhi Wibowo mengatakan dari sisi pemasaran, saat ini digital marketing merupakan hal yang mutlak menjadi nilai tambah penguatan daya saing pelaku usaha produk kelautan dan perikanan. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan dan Moody Analytics and Visa terdapat 133 juta pengguna internet di Indonesia dan 57% diantaranya sudah terbiasa bertransaksi melalui belanja on line. Transaksi perdagangan melalui platform e commerce terus tumbuh pesat dan merupakan salah satu upaya untuk dapat mendapatkan profit maksimal dari produk yang dihasilkan serta meminimalisir perantara perdagangan Dalam. ngobar ini, AP5I mengusulkan untuk dibentuknya Frozen Mart sebagai usaha mandiri yang bukan bagian atau kepanjangan tangan hanya dari satu principal, dengan demikian FM akan menampung berbagai produk frozen dari beberapa principal/pabrik. FM adalah semacam minimart produk frozen yang melakukan penjualan off line dan online ke masyarakat sekitarnya. FM Mendapat supplai langsung dari pabrik atau main distributor. Untuk memudahkan konsumen untuk membeli frozen food, harus dikembangkan outlet-outlet penjualan frozen food melalui berbagai jaringan DC/FM atau reseller di berbagai daerah yang didukung oleh berbagai aplikasi online dan tersedianya logistik produk frozen door to door. Digitalisasi pemasaran produk olahan perikanan/frozen food sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan permintaan pasar yang sangat pesat , tetapi digitalisasi tersebut harus terkoordinasi dan bersinergi dengan logistik/distribusi produk frozen.

Tinggalkan Balasan