Webinar Harmonisasi Pengurusan Izin Edar bagi UMKM Industri Perikanan – 8 Juli 2020

Sebagai upaya meningkatkan wawasan terkait regulasi izin edar produk dan kemasan bagi industri perikanan, Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu – Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan Webinar “ Harmonisasi Pengurusan Izin Edar bagi UMKM Industri Perikanan “.  Webinar dibuka oleh Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Trisna Ningsih yang mengatakan saat ini tuntutan konsumen terhadap mutu dan keamanan pangan sudah sangat tinggi terutama pada masa pandemi covid-19 ini. Karena itu untuk memenuhi tuntutan konsumen diharapkan produk yang di tawarkan ke konsumen harus memiliki izin edar, sertifikat halal, haccp, dan sertiifikat keamanan pangan lain yang diperlukan oleh konsumen. Dalam sambutannya Nilanto Perbowo – Direktur Jenderal PDSPKP mengatakan  berbagai produk olahan yang dipandang baik secara bahan baku, dan baik pula pada proses pengolahannya, wajib mendapatkan seritifikat halal dan izin edar. Legal aspek seperti sertifikat halal maupun iizin edar yang tercantum pada setiap produk dalam kemasan membuat para pelaku usaha semakin percaya diri ketika memasarkan produknya kepada setiap konsumen, baik secara online maupun offline. Adanya sertifikat halal dan izin edar bisa menjadi daya saing yang positif bagi setiap pelaku usaha dalam mengembangkan produk-produknya dipasaran. Berdasarkan hasil survey, bahwa setiap produk olahan perikanan yang sudah memiliki Label Halal dan MD ( izin edar ) berimbas kepada permintaan pasar yang meningkat pada produk dipasaran. Sukoso Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama menjelaskan Dasar Hukum Pelaksanaan Jaminan Produk Halal ( UU NO 33 TAHUN 2014 ) adalah :  

  • Pasal 1, Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.
  • Pasal 4, Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.
  • Pasal 26, 1) Pelaku Usaha yang memproduksi Produk dari Bahan yang berasal dari Bahan yang diharamkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dan Pasal 20 dikecualikan dari mengajukan permohonan Sertifikat Halal. 2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada Produk.

Barang dan jasa yang harus memiliki sertifikat halal seperti ( Barang ) makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat ( PP Pasal 1 ayat 2 ) sedangkan untuk  ( Jasa ) usaha yang terkait dengan barang dan mata rantainya ( penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian ) tercakup dalam PP Pasal 68 ayat 3. Kepala Seksi Registrasi Pangan Berklaim BPOM – Yuni Kuswanti mengatakan pentingnya pengurusan MD/ML bagi industri perikanan untuk produk olahan perikanan. Keuntungan memiliki nomor Izin Edar ( MD/ML BPOM ) produk dapat beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, produk pangan memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi pangan, serta meningkatkan daya saing produk pangan, kepercayaan masyarakat meningkat, memperluas pemasaran produk pangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, mendapatkan nilai tambah pada produk pangan. CEO & Founder Rumah Kemasan Bandung Mohamad Firsan menjelaskan bahwa dunia packaging ( pengemasan ) tentu akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Meski sesungguhnya menciptakan sebuah kemasan juga ditentukan dari target pasar yang akan diraih. Jika dilihat dari fenomena di masyarakat saat ini, bentuk kemasan minimalis sangat populer dan banyak diminati. Hal itu dikarenakan kemasan minimalis dinilai lebih memberikan kemudahan para konsumen untuk membawa atau menyimpannya. Kemasan menjadi salah satu pemicu penjualan sebuah produk karena berdasarkan fungsinya. Desain sebuah kemasan merupakan suatu nilai tambah yang dapat dijadikan sebagai perangkap emosional yang sangat ampuh untuk menjaring konsumen. Fungsi utama sebuah packaging haruslah dapat melindungi produknya. Selain pelindung, faktor kemudahan menjadi hal penting untuk diperhatikan dalam desain kemasan. Ini bermaksud agar produk dapat dengan mudah disimpan dan dibawa kemana-mana. Terakhir, kemasan berfungsi sebagai sarana promosi. Maka bisa dikatakan promosi adalah pelengkap dari sebuah kemasan. Kemasan yang baik adalah kemasan yang mampu mengundang konsumen untuk mengetahui lebih lanjut produk apa yang ditawarkan. Jika semua itu dapat berjalan, kemasan tersebut sudah bisa dikatakan berhasil.

Tinggalkan Balasan