Rapat Monitoring dan Evaluasi Kinerja Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan – 9 Juli 2020

Dalam rangka monitoring dan evaluasi kinerja Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan pada masa pandemi covid-19 dan upaya pemulihan pasca pandemi covod-19, Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian mengadakan Rapat Evaluasi secara virtual melalui zoom. Dalam presentasinya Supriadi – Plt Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan menjelaskan Kemenperin menjalankan beberapa program kegiatan dalam rangka pemulihan sektor industri pengolahan terdampak covid-19 yaitu :

  • Kordinasi pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk industri agro akibat dampak covid-19 dengan terpenuhinya bahan baku industri agro dengan harga yang kompetitif.
  • Fasilitasi dan kordinasi penyerapan produk industri agro di dalam negeri dengan mempertahankan demand produk industri agro selama masa covid-19.
  • Fasilitasi dan kordinasi penyederhanaan ekspor industri agro dengan menjaga ekspor produk industri agro tetap berlangsung.

Isu aktual yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh Kemenperind terkait industri pengolahan adalah terbitnya Kepmentan NO. 136/KPTS/HK.150/M/02/2020 tentang Jenis Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, serta Harga Gas Bumi Tertentu bagi Industri Makanan yang usulannya sedang diajukan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia ( GAPMMI ) mengatakan dampak terjadinya pandemi covid-19 adalah menurunnya konsumsi masyarakat karena pemberlakukan jarak sosial, WFH, implementasi PSBB, Out of Home berdampak pada menurunnya permintaan produk olahan makanan. Namun peningkatan konsumsi terjadi pada kategori produk tertentu selama WFH ( susu, rempah-rempah, minyak goreng, tepung, biskuit, makanan instan, dan makanan bergizi lainnya ). Dengan pandemi covid-19 juga terjadinya rantai pasokan yang terganggu untuk distribusi makanan segar dan frozen yang perlu didistribusikan secara spesifik yang mengakibatkan belum bisa terpenuhinya permintaan konsumen didaerah-daerah tertentu. Dengan kondisi mengarah ke new normal penjualan secara e-commerce meningkat secara signifikan sehingga perlu ditindaklanjuti permasalahan distribusinya terutama untuk produk-produk yang mudah rusak.  Saat ini keamanan pangan sebagai pusat perhatian, dan mengubah perilaku konsumen untuk lebih mengkonsumsi makan sehat dan organik semakin penting. Tentunya industri perlu menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada saat ini sehingga new normal yang diharapkan terjadi di industri pengolahan makanan perlu dilakukan seperti lebih memperhatikan keamanan pangan & kebersihan, kualitas, fungsional & nutrisi makanan.

Tinggalkan Balasan