Diskusi Terbatas Peningkatan Peran Kereta Api dalam Angkutan Ikan dan produk Turunannya – 13 Juli 2020

Berdasarkan Perpres No. 26 Tahun 2020 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional, Kereta Api ditetapkan menjadi alternative angkutan utama untuk barang komoditi pokok, penting, dan barang ekspor. Salah satu komoditi yang potensial diangkut melalui kereta api trans Jawa adalah ikan dan produk turunannya. Untuk menindaklanjuti hal tersebut dan berkoordinasi dengan beberapa Kementerian terkait dan AP5I,Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri mengadakan Diskusi Terbatas Peningkatan Peran Kereta Api dalam Angkutan Ikan dan produk Turunannya secara virtual zoom. Diskusi terbatas ini dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional – Erwin Raza. Saat ini dalam menghadapi pandemi covid-19 dan menjalankan new normal, berbagai moda transportasi menekankan bagaimana bisa memenuhi kebutuhan logistik untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Salah satu moda transportasi yang sedang dikembangkan adalah kereta api sebagai angkutan logistik termasuk produk segar dan beku. Peran kereta api semakin diperlukan untuk kebutuhan logistik antar daerah, karena itu perlu dikembangankan integrasi jalur logistik dari daerah ke daerah lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh jalur kereta api. Karenanya, kelancaran arus barang menjadi salah satu faktor kunci untuk menunjang rantai produksi. Saat ini terobosan yang dilakukan PT. Kereta Api Indonesia dengan mengembangkan kereta kontainer/barang untuk distribusi produk perikanan di jalur Surabaya – Jakarta – Surabaya. Banyak pelaku usaha perikanan yang mendistribusikan barangnya dari Jawa Timur menuju Jakarta menggunakan kereta barang. Terlebih saat ini sedang dikembangkan cold chain logistik berbasis moda kereta yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri pengolahan perikanan. Seperti yang diketahui, salah satu problem penyebaran produk olahan perikanan beku belum terpenuhinya fasilitas logistik dalam skala kecil yang  bersifat door to door. Tindaklanjut akan ditentukan peta daerah yang akan dilakukan investasi fasilitas logistic kereta api, setelah tahap pertama dilakukan uji coba Surabaya – Jakarta – Surabaya.

Tinggalkan Balasan