Pembentukan Komite Nasional SPS – 14 Juli 2020

Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian mengadakan pertemuan melalui virtual zoom untuk Pembentukan Komite Nasional SPS. Rapat dibuka oleh Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian – Junaidi, dan selanjutnya dipimpin oleh Kepala Bidang Kerjasama Perkarantinaan, Pusat KKIP, Barantan. Rapat dihadiri oleh para Calon Tenaga Ahli dan K/L terkait yaitu Kemendag, Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPOM, KLHK, BSN, Kementerian Perindustrian dan Lingkup Kementan diantaranya Sekretariat Jenderal, Ditjen. Tanaman Pangan, Ditjen Hortikulutura, Ditjen Perkebunan, Ditjen PKH, Ditjen Saranan dan Prasarana Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Badan Ketahan Pangan serta dari Asosiasi yang bergerak di bidang Pertanian Pangan dan Pakan.  Inisiasi Pembentukan Konsep Keputusan Menteri Pertanian tentang Komite Nasional Sanitari dan Fitosanitari sesuai dengan Perjanjian WTO yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui UU No 7 tahun 1994 dan sesuai dengan rekomendasi pada review ke-5 Perjanjian SPS-WTO yaitu National SPS Coordination Mechanism ( tertuang dalam dokumen G/SPS/W/2020 ) yang telah disirkulasi oleh Sekretariat SPS-WTO pada tanggal 27 Mei 2019. Pembentukan Komite Nasional SPS diharapkan dapat mengimplementasi ketentuan yang ada didalam Perjanjian SPS-WTO khususnya article. 3 Equivalence, article 5 Assessment of Risk and Determination of Appropriate Level of SPS Measures, serta article 8. Control, Inspection and Approval Procedure. Dalam Konsep Keputusan Menteri Pertanian tersebut telah disusun bagan organisasi yang terdiri dari Tim Pengarah, Tenaga Ahli ( Para pakar SPS dan juga akademisi di masing-masing bidang ), Pokja ( yang membidangi kesehatan hewan, kesehatan tumbuhan, kesehatan ikan, keamanan pangan dan pakan ) dengan keanggotaan dari Pemerintah dan Asosiasi.

Tinggalkan Balasan